Bandung BaratNgamprahPolitikRagam Terkini

Anggota DPR RI Ini Minta Dipilkada Rakyat Jangan Sampai Pecah

SOSALISASI: Anggota DPR/MPR RI Adang Sudrajat diacara sosialisasi 4 pilar di Lembang, Kamis (8/3/2018).

NGAMPRAH- Anggota DPR/MPR RI, Adang Sudrajat meminta masyarakat agar tetap menjaga kerukunan dan gotong-royong dalam menghadapi Pilkada Serentak 2018. Penyelenggaraan pesta demokrasi ini jangan sampai memecah-belah kesatuan dan persatuan di tengah masyarakat.

“Saya mengajak masyarakat agar tetap mempertahankan kerukunan bermasyarakat dan selalu menjaga nilai-nilai gotong-royong dalam setiap kegiatan warga, terutama saat ini menghadapi pilkada serentak, boleh berbeda pilihan tapi tetap harus menjaga kerukunan,” kata Adang usai menggelar Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara di Lembang yang dihadiri para Penggerak Desa, Pemuda serta Tokoh Masyarakat sekitar 300 peserta, Kamis (8/3/2018).

Adang yang merupakan Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengutarakan, budaya bangsa akan sangat menjadi penting dikala bangsa Indonesia hendak melaksanakan hajatan besar serentak di beberapa wilayah kabupaten/kota dalam bentuk pemilihan kepala daerah. “Friksi di masyarakat akibat pilkada, akan dapat ditekan sebesar-besarnya dengan nilai-nilai sejarah bangsa yang telah diajarkan turun-temurun hingga saat ini. Gotong-royong, silih asah, silih asih, silih asuh, akan menjadi benteng persatuan kita di masyarakat menghadapi pesta demokrasi yang aman, tentram, dan kondusif,” paparnya.

Adang juga menyampaikan kepada seluruh peserta yang hadir, agar tidak mudah terpancing dengan situasi apapun yang dapat memperkeruh suasana bermasyarakat. Antisipasi penguatan mental terhadap provokasi akibat salah arti dalam menjalankan proses demokrasi di tahun politik yakni Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019 harus terus ditingkatkan.

Masyarakat harus tahan terhadap hasutan sehingga tidak mudah terpengaruh dengan situasi politik yang makin panas terutama pada daerah yang melangsungkan pilkada.
Melalui Sosialisasi MPR ini, dokter Adang mengajak seluruh masyarakat agar terlibat dan berpartisipasi aktif menjaga keamanan lingkungan agar kerukunan dan suasana kekeluargaan tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia.

“Hanya dengan menjaga budaya bangsa inilah, negara kita menjadi kondusif, aman, tentram dan bersahaja. Saya juga berharap, suluruh warga Kabupaten Bandung Barat khususnya, dan seluruh Indonesia umumnya, mampu menghadapi situasi pilkada serentak dan pemilu legislatif serta pemilihan presiden dengan baik tanpa adanya riak-riak yang mengakibatkan perpecahan. Bangsa ini kuat karena rakyatnya bersatu tidak terpecah-belah,” tandasnya. (wie)

CIMAHI – Hilangnya konsentrasi saat berkendara, menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas (Laka lantas). Oleh sebab itu, pemerintah dan pihak kepolisian saat ini gencar melakukan kampanye keselamatan.

Sepertihalnya di Kota Cimahi, guna menekan laka lantas, jajaran Polres Cimahi melaksanakan Deklarasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamsebtiblancar) untuk menyukseskan Operasi Keselamatan Lodaya (OKL) 2018, Rabu (7/3/2018).

Dalam kegiatan tersebut semua instansi terkait dihadirkan, KPU, Panwaslu, TNI, hingga pejabat Pemkot Cimahi dan Pemkab Bandung Barat.

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, mengatakan, deklarasi ini merupakan yang pertama di Polres Cimahi. Tujuannya, mengajak masyarakat untuk mengedepankan keselamatan.

“Deklarasi ini tidak hanya untuk menyukseskan OKL saja, tapi sekaligus menjaga kondusifitas Pilkada Serentak 2018,” kata Rusdi di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud, kemarin.

Menurutnya, deklarasi ini diperlukan untuk menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat saat meningkatnya mobilisasi massa. Terlebih, saat tahapan kampanye berlangsung, tingkat mobilisasi masa di jalanan pasti meningkat.

“Jangan sampai, pesta demokrasi justru mengabaikan keselamatan,” tuturnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Cimahi AKP Suharto, menambahkan, pihaknya akan terus mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga konsentrasinya saat berkendara. Sebab, tidak sedikit korban laka lantas yang diakibatkan oleh hilangnya konsentrasi. Rata-rata penyebabnya adalah, menggunakan handphone saat berkendara.

“Penggunaan ponsel saat berkendaraan memiliki tingkat bahaya yang tinggi. Hitungannya bukan menit tapi detik,” ujarnya.

Meski secara spesifik penggunaan ponsel tidak diatur dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas tapi, pengendara yang menggunakan ponsel bisa terkena pasal 106 ayat 1 tentang pengemudi wajib mengendarai kendaraan dengan penuh konsentrasi.

“Pengertian wajib mengendarai dengan penuh konsentrasi ini, mencakup larangan kegiatan yang mengganggu konsentrasi berkendara seperti, menggunakan handsfree atau sedang dalam pengaruh minuman beralkohol,” jelasnya.

Untuk itu, dalam OKL 2018 di wilayah hukum Polres Cimahi, pihaknya tidak hanya melakukan tindakan tilang bagi pelanggar namun, sekaligus memberikan imbauan dan pemahaman berlalu lintas kepada masyarakat. (mon)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button
Close