CimahiPemerintahanRagam Terkini

Satlantas Polresta Cimahi Tentukan Titik Black Spot

CIMAHI – Selain disiplin pengendara yang rendah, penyebab kecelakaan bisa diakibatkan pula oleh dua masalah yakni, trouble spot dan black spot. Kedua masalah ini ada di setiap daerah termasuk, Kota Cimahi.

Dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum kerja, Satuan Lalu Lintas Polres Cimahi, telah memetakan sejumlah titik yang diangap termasuk dalam kategori trouble spot dan black spot.

Dari hasil pemetaan yang dilakukan Satlantas Polres Cimahi, ada enam titik trouble spot di antaranya, Jalan Tagog Padalarang, Jalan Simpang Tiga Cimareme, Simpang Tiga Sangkuriang, Simpang Tiga Kerkof, Jalan Raya Lembang (Beatrix) dan Farm house.

Sementara black spot saat ini masih ada di sepanjang Jalan Kolonel Masturi (Kolmas). Terlebih, jalan tersebut merupakan jalur penghubung dari, Kota Cimahi menuju Cisarua dan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Jalur tersebut pun merupakan jalan alternatif menuju tempat wisata.

Menurut Kasat Lantas Polres Cimahi AKP Suharto, sejumlah titik yang ada di wilayah hukumnya merupakan, hasil evaluasi selama setahun dari tahun 2017.

Keenam wilayah troube spot yang sudah dipetakan tersebut, memiliki potensi lonjakan kendaraan baik saat libur hari raya maupun libur biasa.

“Makanya kita petakan agar, anggota tidak kesulitan saat melakukan pengamanan jalur. Sehingga dapat bekerja efektif,” ujar Suharto, kemarin.

Dia menjelaskan, dari enam titik yang sudah dipetakan tersebut, ada dua titik yang berlokasi di Kota Cimahi, dan empat lainnya di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Dua titik yang berada di Cimahi yakni, Wilayah Kerkof Kecamatan Cimahi Selatan, dan persimpangan Jalan sangkuriang Kecamatan Cimahi Tengah.

“Kalau empat titik lainya, merupakan kawasan wisata,” katanya.

Sementara untuk kawasan black spot, jalur Kolmas tetap menjadi fokus pihak kepolisian. Terlebih,

Masuknya jalan kolmas di garis black spot mengacu pada terjadinya, kecelakaan lalu lintas dikawasan tersebut. Selain itu, minim penerangan dan kontur jalannya curam. Terakhir, kecelakaan yang menyebabkan adanya korban jiwa yaitu pada Jumat (8/7/2016).

Dalam peristiwa tersebut, sebuah bus yang ditumpangi sebanyak 55 wisatawan lokal itu mengalami rem blong sehingga menabrak kendaraan lain yang berada di dekatnya.

“Tentunya, jalur ini (kolmas) mendapat perhatian. Diharapkan, pihak terkait lainnya turut membantu upaya menekan kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya. (mon)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button
Close