BatujajarEkonomiRagam Terkini

Sampah Bermanfaat, Ini yang Dilakukan Hakli KBB dan Stikes Budi Luhur

 

foto Hadi Wibowo/Ragam Daerah
KREATIF: Ketua Hakli KBB, Ahmad Asnawi saat sosialisasi kreatif sampah dengan tajuk “Lingkungan Bersih Warga Sehat” bagi warga Desa Cangkorah di Aula Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Sabtu (28/7/2018) bekerjasama dengan Stikes Budi Luhur.i

BATUJAJAR- Sampah terkadang menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Bagaimana tidak, sampah terkadang bisa menjadi bencana yang bisa merenggut nyawa. Namun sampah juga bisa menjadi manfaat, bahkan bisa menjadi barang berharga mempunyai nilai rupiah.

Setidaknya itu yang dilakukan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (Hakli) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Budi Luhur Cimahi, memanfaatkan sampah menjadi barang berharga.

Sosialisasi itu soal kreatif sampah dengan tajuk “Lingkungan Bersih Warga Sehat” bagi warga Desa Cangkorah di Aula Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Sabtu (28/7/2018).

Pada kesempatan itu, menghadirkan Ketua Ecovillage BBB, Ai Maryani. Dia memberikan contoh, kreativitas pemanfaatan sampah di Kampung Cintakarya Desa Laksamekar, Kecamatan Padalarang. Ai menceritakan, ketika susahnya menfaatkan sampah menjadi barang berharga. “Dulu sampah liar di Desa Laksana Mekar bisa sampai 50 ton di satu titik di RW 03 Kampung Ciampel. Bersama koramil dan aparatur desa dan dinas lingkungan hidup sampah dibersihkan dan sebagian dimanfaatkan,” katanya.

Berbekal konseling dari Provinsi Jawa Barat bersama Wakil Ketua Hakli KBB, Ahmad Asnawi, Ai bersama warga mencoba kreatif memanfaatkan sampah warga bisa bernilai. “Sampah-sampah kami ada yang dimanfaatkan menjadi tas, dompet dan lain-lain sebagainya. Bahan bakunya seperti bungkus kopi kita jadikan tas, tikar, plastik kresek jadi bunga plastik serta taplak meja,” tuturnya.

Nah, sampah kertas dimanfaatkan menjadi ekobric atau pembatas taman saung edukasi hasil karya warga. Berkat kerativitasnya itu, Ai mengatakan, tas terbuat dari dijual Rp 70 ribu, tikar ukuran sajadah dijual Rp 50 ribu, taplak meja Rp 50 ribu dengan tatakan gelas, gantungan kunci 35 ribu. “Pemasaran kami masih mengandalkan pesan dan undangan saja,” katanya. Kendati belum bisa menjadi andalan perekonomian warga, tetapi krativitas pemanfaatan sampah itu patut mendapatkan penghargaan. Terbukti, dua penghargaan diraih Ecovillage BBB dari Pangdam III Siliwangi pada tahun ini.

Wakil Ketua Hakli KBB, Ahmad Asnawi mengatakan, program yang menggandeng Stikes Budi Luhur ditindak lanjuti dengan membuat kader ecovillage. “Sosialisasi ini sebagai sumbangsih kami kepada masyarakat dan akan ditindak lanjuti dengan pembentukan kader ecovilleg,” tuturnya.

Dosen Pembingbing Praktik Keperawatan Komunitas Stikes Budiluhur Cimahi, Tri Wahyuningsih mengatakan, dalam program itu pihaknya tidak akan meninggalkan desa sebelum membuahkan hasil. “Kami akan menindak lanjuti untuk satu RW dengan membentuk organisasi manajemen pengelolahan sampah yang ditindak lanjuti dengan dinas terkait,” tandasnya. Pihaknya menargetkan 2 minggu programnya tersebut selesai. (wie)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close