PadalarangRagam Terkini

Pawai Obor, DKM Mesjid Besar Padalarang Turunkan 10 Ribu Massa

 

10 ribu warga Padalarang turun ke jalan mengikuti pawai obor menyambut tahun baru Islam.

PADALARANG- Sekitar 10 ribu warga Padalarang turun ke jalan merayakan Tahun Baru Islam 140 H dengan pawai obor. Titik start dari Mesjid Besar Padalarang, ribuan massa sambil membawa obor juga bersalawat, mengambil rute star di depan Mesjid Besar Padalarang menuju jalan Padalarang-Purwakarta, Jalan Stasion Padalarang, Simpang Padalarang dan masuk ke Jalan Nasional Padalarang-Tagog, Senin (10/8/2018). Tak pelak, kemacetan panjang hingga 2 kilo meter dari rute yang sudah ditentukan. Massa bertambah bannyak dengan terus bergabung untuk ikut pawai obor. Aparat kepolisian terpaksa memberlakukan sistem buka tutup memperlancar arus kendaraan. Acara itu rutin diselenggarakan panitia Mesjid Besar Padalarang tiap tahunya. Sebelumnya, acara diisi dengan tablig akbar menyambut Tahun Baru Islam oleh Ustad Solmed. Turut hadir pada kegiatan itu tokoh masyarakat KBB sekaligis sebagai koordinator lapangan kegiatan, H Abeng, Luki Kurniawan, Asep Doktor juga seluruh pemuda Mesjid Besar Padalarang.

Ketua Pelaksana Peringatan Tahun Baru Islam Mesjid Besar Padalarang, Kiki Ahmad Baehaqi, SH mengatakan, kegiatan yang digelar sebagai simbol memperat tali silaturahmi umat Islam di tengah gencarnya paham radikal yang mencoba memecah belah Nagara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pihaknya juga mendorong kepada Bupati/Wakil Bupati KBB nanti agar terus menghidupkan kegiatan agama di tengah-tengah masyarakat saat ini. “Program dinas jangan bersifat umum, tapi harus mempunyai karakteristik ke Islaman sesuai dengan karakteristik KBB yang memiliki begitu banyak pasantren tersebar di setiap wilayah,” ungkap Kiki. Ke depan juga, sebut Kiki, Pemkab Bandung Barat diharapkan bisa merangkul seluruh masyarakat Bandung Barat merayakan tahun baru Islam. “Kegiatan tablig akbar dan juga pawai obor menyambut tahun baru Islam, kami berharap ke depannya bisa dipusatkan di Pemkab Bandung dengan melibatkan seluruh element masyarakat Bandung Barat,” tuturnya.

Koordinator Lapangan (Korlap) kegiatan Tahun Baru Islam, Ustad Faturohman mengatakan, KBB sebagai daerah yang memiliki karakteristik religius diharapkan Pemkab Bandung Barat bisa lebih menghidupkan lagi kegiatan ke ke Islaman seperti MTQ, festival nasyid, gambus dan juga kegaiatan keagamaan lainnya. “Kegiatan dinas yang saat ini ada hanya bersifat umum dan seremonial belaka tanpa memiliki karakteristik yang jelas KBB sebagai daerah religius, kami berharap pasangan Akur bisa menghidupkan kembali kegiatan ke agamaan melalui program di setiap dinas,” tandasnya. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button
Close