Ragam Terkini

Apung : “Kumaha Deui Kapaksa Make Duit Pribadi Sopir”

 

Sampah menumpuk dekat kantor DPRD KBB.

PADALARANG- Sampah menumpuk di sejumlah titik di Jalan Raya Padalarang dan sekitarnya bukan disebabkan oleh aksi mogok para sopir truk kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Bandung Barat (KBB). Namun, sampah menumpuk itu lantaran tidak adanya anggaran untuk mengangkut sampah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan KBB, Apung Hadiat Purwoko membenarkan masalah itu. “Betul tidak beroperasi selama dua hari dari Mulai Minggu dan Senin,” kata Apung, Rabu (12/9/2018). Apung mengaku pusing dengan perubahan sistem keuangan di KBB yang mengharuskan anggaran oprasional pengangkutan sampah belum juga keluar dari Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD). “Anggaran itu belum cair yang tranfer ke rekening pom bensinya sampai sekarang, ya boro-boro buat sampah gaji dewan juga belum pada cair kan,” tuturnya. Terpaksa, sebut Apung, beberapa hari ini menggunakan dana pribadi para sopir sebanyak 35 armada truk sampah. “Lebih atuh dari Rp 10 juta oprasional pengangkutan sampah, kumaha deui kapaksa make duit pribadi sopir,” ungkapnya. Pihaknya mengaku tidak sanggup untuk menggunakan dana talangan membeli bahan bakar minyak solar untuk armada truk pengangkut sampah. “Boro-boro make dana talangan dinas ayena mah, timana duitna? Tapi kita juga sedang berusaha meminta kepada DPKAD agar pelayanan publik dahulukan” katanya. Sementara itu, pantauan di lapangan tumpukan sampah teronggok di setiap sudut kota. Pemandangan itu nampak tidak indah ditambah bau busuk yang menyengat. “Lihat saja dekat kantor dewan sampah menumpuk piraku rek diantep wae,” protes Bob warga Padalarang. (***)

 

 

 

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close