Bandung BaratRagam Terkini

Gaji Guru Honorer KBB = Sekali Makan di Restoran Rp 500 Ribu/Bulan

CIPATAT– Ratusan guru honorer yang masuk kategori 2 (K2) dan yang tidak tergolong K2 di Kecamatan Cipatat menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemerintah menepati janji terkait status diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Aksi tersebut digelar di halaman Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Cipatat, Selasa (18/9/2018).

Ketua Forum Honor Sekolah Kecamatan Cipatat, Andrie Sofian Hidayat mengatakan, tidak kurang dari 300 guru honorer ikut serta dalam aksi Ini. Semua demonstran menyampaikan aspirasi yang sama yaitu mendesak pemerintah segera merevisi Permen RB RI Nomor 36/2018 tentang kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil Pelaksanaan Seleksi Pegawai Negeri Sipil tahun 2018 juga soal batas usia maksimal dalam mengikuti CPNS yaitu 35 tahun.

“Kami kecewa karena setelah sekian tahun masuk menjadi kategori k2 dan menunggu penganggkatan jadi PNS, tapi sampai sekarang belum ada pengangkatan juga malahan untuk daftar pun tidak bisa karena batas usia,” katanya.

Ia menambahkan, sebelumnya guru honorer yang telah masuk K2 telah terlebih dahulu diangkat menjadi PNS dan untuk yang hadir melakukan aksi demontrasi merupakan sisa guru honor K2 dan yang tidak tergolong K2 di kecamatan Cipatat yang belum diangkat menjadi PNS.

“Sebagian guru honor K2 telah diangkat menjadi PNS terlebih dahulu,dan ini merupakan sisanya,”tambahnya

Sementara itu, Ketua Operator Sekolah (OPS), Heru Cahya Purnama berharap, ada penghargaan tersendiri bagi guru honor yang telah mengabdikan hidupnya dalam dunia pendidikan selama bertahun-tahun dari pemerintah. Lebih lanjut Heru mengatakan, selama ini honor yang diperoleh guru honorer cukup memprihatinkan kisaran 300 ribu rupiah sampai 500 ribu rupiah per bulan.

“Kami menuntut kepada pemerintah agar memperhatikan Kesejahteraan dan nasib para guru honorer serta pemerintah lebih peka lagi terhadap keadaan kehidupan para guru honor dengan penghasilan dibawah 500 ribu,” harapnya.

Dalam pernyataan sikap tertulis, bahwa para guru honorer dan tenaga kependidikan, operator sekolah, penjaga sekolah dan pustakawan lainnya akan mengadakan mogok kerja masal mulai Senin 17 September sampai 10 Oktober 2018 bilamana tuntutan tersebut tidak dipenuhi oleh pihak-pihak yang terkait dan mogok kerja akan dilanjutkan kembali.

Peryataan sikap itu pun di tandatangani oleh, Ketua FGS Andri S Hidayat, Agus BH sekretaris FGS, UPTD Kecamatan Cipatat, Asep Rikayat, Idris, S.Pd Ketua PGRI Cipatat, Rubiyo Pengawas Bina, K3SD Dunia Sidik, S.Pd

UPTD Cipatat Asep Rikayat berjanji akan menyampaikan tuntutan para pejuang pendidikan tersebut ke Bapak Bupati Bandung Barat dan DPRD Kabupaten Bandung Barat. (iki)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button
Close