Ragam Terkini

Selamat Bekerja Akur…!

 

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna foto bersama.

 

Oleh

Erik Fajar Marhaen

Gema Mahardika Institute

Torehan sejarah kembali terukir di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sejak pemekaran 2007 lalu, sudah tiga kali ganti pemimpin. Abubakar menjadi bupati selama dua periode. Kini pemimpin baru terlahir dari ‘rahim’ di pesta demokrasi pilkada 27 Juni. Segudang harapan masyarakat ditumpahkan kepada Bupati/Wakil Bupati KBB, Aa Umbara Sutisna-Hengki Kurniawan.

Janji politik itu pasti ditagih. Saat kampanye, pasangan jargon Akur mengumbar janji politiknya kepada masyarakat. Janji adalah hutang yang harus dibayar. Melalui 100 hari kerja, Akur mencoba membayar hutang-hutanya itu.

Tentunya, sedemikian banyak masyarakat Bandung Barat berharap dari ‘Akur Kerja Bersama Bahagia”. Layanan prima untuk masyarakat Bandung Barat ke depan harus terjadi perubahan signifikan seperti pelanan mendasar pendidikan, kesehatan, dan daya beli masayarakat.

Kiranya cukup realistis harapan baru ini disandarkan kepada bupati dan wakil bupati yang baru dilantik. Aa Umbara Sutisna politisi yang cukup mencicipi asam garam di Bandung Barat ketika masih bergabung dengan induknya Kabupaten Bandung, dan kini berdiri sendiri sebagai daerah otonom.

Beberapa layanan mendasar adalah di mulai dari pelayanan kependudukan. Beberapa kewenangan tingkat dinas kabupaten bisa diberikan kepada kecamatan sebut saja pelayanana elektronik KTP (e-KTP), termasuk juga distribusi e-KTP tersebut bisa dilakukan secara baik, sehingga masyarakat tidak usah jauh- jauh datang ke palayanan kependudukan yang berada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipiil komplek Pemda KBB.

Ilustrasinya adalah perekaman bisa kecamatan, pencetakan di dinas kemudian hasil pencetakan bisa langsung dikembali distribusikam ke setiap kecamatan. Lantas kecamatan mendisttibusikan ke desa dari desa ke dusun dari dusun ke RT dan selanjutnya ke masyakat sebagai salah satu pelanan prima .

Pada bidang pendididkan pemerataan guru, pembangunan gedung sekolah layak, dan pemberhentian pungutan, baik oleh sekolah ataupun komite sekolah atau bentuk lainnya yang ada di sekolah sweta segera dibangunnya perguruan tinggi Bandung Barat.

Layanan kesehatan masyarakat sebagai bagian dari prepentif seperti layan kesehatan kelilling. Rumah sakit daerah yang gampang dijangkau oleh semu lapisan masyarakat. God govermen n clean govermen tentunya tidak boleh menjadi semboyan belaka. Reformasi birokrasi tentunya juga harus bertujuan mempermudah semua layanan bagi masyarat dimulai dari kelahiran ,dan akhirnya kematian. Negara harus hadir dengan layanan prima mempermudah semua urusan administratif karena kepala daerah mempunyai kekeuatan untuk mewujudkan harapan baru Bandung Barat. Selamat bekerja Pak Bupati Aa Umbar Sutisna dan Wakil Bupati Hengki Kurniawan semoga menajadi pemimpin amanah. (***)

 

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close