NgamprahPemerintahanRagam Terkini

“Tidak Ada Praktik Percaloan & Pungli di Disduk”

 

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna didampingi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Wahyu Diguna saat menijau pelayanan Aminduk

NGAMPRAH – Jargon Bandung Barat Lumpat dibuktikan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna. Mengawali hari pertama dinas, pria yang akrab disapa Aa ini secara tiba-tiba mendatangi beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memberikan ruang pelayanan publik dipagi buta.

Tak tanggung-tanggung, Umbara datang mulai pukul 06.30 WIB dan hanya didampingi ajudan serta beberapa orang staf dari Bagian Humas Setda Kabupaten Bandung Barat di Gedung C Komplek Pusat Perkantoran Pemerintah Kab. Bandung Barat, Senin (24/9) pagi tadi.

Tujuan pertama yang didatangi Umbara kesempatan tersebut adalah Kantor Dinas Kependudukan dan Pelayanan Sipil. Meskipun masih sangat pagi, dirinya mendapati puluhan masyarakat yang tengah mengantre untuk mendapatkan nomer antrian pelayanan administrasi kependudukan. Bahkan Ia sempat mewawancarai beberapa warga yang ditemuinya.

“Siapa yang sudah berkali-kali mendatangi dinas ini?,” tanyanya seraya diikuti tunjuk jari dari sebagian besar warga yang sudah hadir menandakan belum selesainya pelayanan adminduk yang mereka ajukan.

Umbara menegaskan, bahwa pelayanan KTP (Adminduk) merupakan hal pertama yang harus diprioritaskan. Karena menyangkut berkas-berkas utama pendukung berbagai pelayanan publik lainnya.

“Pelayanan KTP adalah hal pertama yang jadi pelayanan prioritas. Karena saking pentingnya pelayanan adminduk akhirnya banyakn masyarakat yang harus berangkat pukul 04.00 WIB dan harus mulai mengantri dari pukul 06.00 WIB,” katanya.

Ia mendengar bahwa pelayanan adminduk sarat akan pungli dan percaloan, tapi setelah mewawancarai beberapa warga ternyata mereka mengakui tidak ada praktik pungli ataupun percaloan.

“Yang jelas masyarakat mengharapkan pelayanan yang lebih cepat dan lebih baik. Saya juga berharap pelayanan adminduk atau KTP pada khususnya bisa terlayani dalam satu hari kerja (One Day Service), sehingga tidak ada lagi masyarakat yang harus mengantri berkali-kali. Bahkan, secepatnya pelayanan KTP diharapkan bisa dilaksanakan dikecamatan. Kita akan coba dibeberapa kecamatan pada akhir tahun ini,” jelasnya.

Selain Disdukcapil, pagi tadi Umbara juga mendatangi OPD lainnya yang juga melakukan pelayanan publik, seperti pelayanan PBB di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Guna meningkatkan pelayanan publik yang lebih prima, dirinya dan Hengki Kurniawan selaku Wakil Bupati menginginkan seluruh pelayanan publik dilkukan dalam satu gedung khusus dengan sistem online. Selain agar lebih fokus, juga bertujuan untuk menghindarkan dari sentuhan dan pertemuan langsung antara pemohon dan pemberi pelayanan, sehingga bisa terbebas dari pungli dan percaloan ataupun sejenisnya.

“Secara keseluruhan saya belum puas dengan pelayanan publik yang ada saat ini. Dan ketidak puasan ini adalah modal utama kita untuk meningkatkan pelayanan yang lebih cepat dan lebih baik, sebagai upaya Bandung Barat Lumpaaat,” jelasnya. (***)

 

 

 

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close