LembangPolitikRagam Terkini

Pokir Dewan Hilang, Gerindra Walk Out

 

Sundaya SP

LEMBANG- Anggota DPRD KBB harus menelan pil pahit. Pokok pikiran (Pokir) sebagai penyambung lidah masyarakat melalui aspirasi harus hilang tahun perubahan ini. Padahal pokir tersebut merupakan amanat Undang-Undang MD3 masukan melalui musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) juga masa reses anggota DPRD. Buntutnya, Fraksi Gerindra DPRD KBB walk out dalam paripurna lalu. “Pokir ini nantinya akan diajukan kepada tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) menjadi program dinas,” kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD KBB, Sundaya SP di Lembang, Selasa (25/9/2018).

Sundaya menepis jika pokir kerap menjadi bancakan atau bahakan menjadi sebuah anggapan ‘jatah’ dewan. “Itu semua hasil reses dewan yang dituangkan dalam pokok pikiran dewan menjadi bahan program dinas, ” katanya.

Sebagai anggota Komisi IV, kata Sundaya, dirinya tidak hanya bicara soal kesehatan dan pendidikan belaka pada saat masa reses. Namun kerap menerima aspirasi dari masyarakat soal perbaikan jalan. “Sayangnya tahun perubahan ini tidak ada dengan alasan sudah terlewat masa RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Saerah), makanya fraksi Gerindra mempertanyakan karena mekanismenya harus masuk,” ungkapnya.

Sundaya menyebutkan jika seharusnya RKPD masuk pada Juli 2018. Namun masa pemerintahan transisi menjadi sebuah alasan tim TAPD yang semestinya berkoordinasi dengan Pj bupati KBB saat itu. “Penyusunan RKPD kan harus bersama dengan dewan tapi ini tidak melibatkan dewan. Makanya paripurna kemarin Fraksi Garinda walk out, ya kalau Bandung Barat ingin bagus benahi dengan sistem yang ada,” tandasnya. (***)

 

 

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close