Kota BandungPemerintahanRagam Terkini

Pedagang Pasar Baru Bandung Meradang

 

BANDUNG- Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung (HP2B) meradang. Mereka menolak kenaikan service charge bagi pedagang. Para pedagang menolak lantaran Pemkot Bandung menarget provit Rp 3 triliun/tahun selepas dari PT APP. Selama ini provit Pemkot Bandung hanya Rp 3 miliar/pertahunnya. “Jika pengelola sampai setor ke Pemkot Bandung hingga Rp 3,6 triliun kenaikannya hingga 30 kali lipat per tahun,” ujar Ketua HP2B, Iwan Suhermawan, kepada wartawan Senin (24/9).

Kenaikan itu tentunya membuat pedagang resah. Bagaimana tidak, pedagang harus membayar sewa kios hingga Rp 278 ribu per harinya. “Jalas kami terbebabani. Masalahnya penghasilan pedagang bervariatif,” sebut Iwan.

Iwan mengatakan, berdasarkan surat pemakaian kios di Pasar Baru hingga 2023 sehingga pedagang menolak ada penggantian kepengurusan pasar baru, lantaran menurut mereka kepengurusan PT APP sudah baik. “ Kami mampu kok, kalau pemkot harus meningkatkan provit, tapi jumlahnya ya harus realistis,” katanya.

Senada dengan Iwan, salah seorang pedagang Pasar Baru, Sudirman Lawe menolak pengelolaan pasar baru berpindah tangan.  “Kami juga tidak ingin pengelolaan diambil alih PD Pasar. Mengingat yang sudah-sudah juga, seperti Pasar Nadir, Pasar Gedebage dan Pasar Kosambi, pengelolaan nya carut marut,” tandasnya.

Sementara itu, Dirut PD Pasar Berbartabat Ervan Maksum mengatakan selama ini potensi pendapatan dari Pasar Baru didapat dari hasil penghitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) melalui skema bisnis yang harus menguntungkan.

“Dulu sistemnya Build Operate Transfer (BOT) untuk membangun investasi. Sekarang bangunan sudah ada, kembali investasinya,” ujar Ervan kepada wartawan.

Ervan mengatakan, dari hasil kajian seharusnya kerja sama baru tersebut harus menguntungkan bagi pemerintah minimal Rp 100 miliar per tahun. “Seharusnya selama 30 tahun itu Rp 3,6 triliun. KJPP itu menjadi menjadi dasar appraisal kita kalau mau kontrak 30 tahun lagi,” katanya.

Ervan mengatakan, BOT sebelumnya antara PD Pasar Bertabat dengan PT Atanaka Persada Permai (APP) akan berakhir pada 29 Desember 2018. Berdasarkan kajian, Pemkot Bandung harus mencari mitra baru dengan skema bisnis yang berbeda.

“Selama ini per tahun sekitar Rp 1,2 miliar. Kalau dikalikan 30 berarti Rp 36 miliar. Sementara kalau KJPP sekarang menilai Rp 3,6 triliun. Dulu kan wajar karena membangun. Karena sekarang tidak membangun, angkanya harus segitu, siapa pun investornya,” ucapnya. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close