NgamprahPolitikRagam Terkini

Jangan Intervensi…!

 

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna.

PADALARANG– Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna harus menentukan keputusan strategis tidak boleh ada campur tangan atau intervensi orang lain dalam menentukan sekda definitif.

Saat ini, mantan Ketua DPRD KBB dua periode itu sedang meminta masukan dari berbagai kalangan mencari figur terbaik.

Tentunya Umbara ingin mengimplementasikan jargon KBB ‘Lumpat’ yang mesti bisa diterjemahkan pejabat sekda nanti sebagai pimpinan tertinggi aparatur sipil negara.

“Jadi tunggu saja. Yang jelas saya sudah punya konsep Lumpat, silahkan terjemahkan. Disitulah peran Sekda diperlukan sebagai penyambung ke SKPD,” sebutnya kepada wartawan di Ngamprah (5/10/2018).

Umbara belum menyampaikannya ke publik soal sekda definitif. “Kalau di hati saya sudah ada dan terkunci untuk satu nama siapa pejabat sekda itu. Tapi kan tetap saya harus mendengar masukan-masukan dari masyarakat sebagai bahan perbaikan ke depan,” kata Umbara.

Keputusan itu Umbara memastikan, tidak akan melenceng dari tiga nama tersebut. Yakni, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Asep Sodikin; Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Asep Wahyu FS; dan Asda III KBB Agustina Priyanti.

“Jabatan Sekda ini bukan pilkada yang masing-masing personnya harus siap menang dan siap kalah. Mereka tetap harus kompak, sokid, dan SKPD juga harus karena Sekda adalah orang nomor satu di posisi ASN,” ujar dia.

Umbara menuturkan, dalam mengambil keputusan penentuan Sekda, dia memang berhati-hati betul. Apalagi kondisi saat ini sangat berbeda jauh dengan pengalamannya ketika menjadi Ketua DPRD, di mana pengambilan keputusan dilakukan secara kolektif kolegial.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI KBB, Lili Supriatna mengatakan, penentuan sekda definitif merupakan otoritas bupati. Jadi lanjut Lili, jangan sampai ada intervensi pihak-pihak yang berkepentingan. “Sekda itu sudah melalui pertimbangan melalui open biding. Jadi jangan ada dukung mendukung sekda karena bukan wilayah politik,” kata Lili.

Dukungan itu, lanjut Lili, malah akan membuat kisruh dengan memunculnya konflik baru di Bandung Barat. “Bupati saat ini berupaya menciptakan suasana nyaman berkerja di semua aspek,” katanya.

Pihaknya minta bupati segera menetapkan sekda definitif agar roda pemerintahan KBB berjalan maksimal. “Apalagi keterkaitan dengan program 100 hari kerja juga menghadapai penyusunan anggaran murni 2019,” tuturnya.

Sekda terpilih juga, lanjut Lili, harus bisa mengimbangi program kerja bupati agar bupati merasa nyaman dalam menjalankan tugasnya.Tentunya, bupati jangan gegabah dalam melilih sekda definitif ke depannya. “Seorang sekda tidak hanya harus pintar namun harus berani mengingatkan bupati agar roda pemerintahan berjalan dengan regulasi yang ada juga menguasai soal masalah anggaran sehingga bisa memberikan pandangan prioritas pembangunan,” tandasnya. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close