Ragam TerkiniSoreang

Pengmas UI Ajak Relawan Konsisten Bersihkan Kilometer Nol Citarum

 

Tim pengabdian masyarakat Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) melakukan pelatihan pemanfaatan ganggang hijau air tawar (Chara Sp) di Kawasan Kilometer nol Sungai Citarum Situ Cisanti, Desa Taruma Jaya , Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

SOREANG– Tim pengabdian masyarakat Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) melakukan pelatihan pemanfaatan ganggang hijau air tawar (Chara Sp) di Kawasan Kilometer nol Sungai Citarum Situ Cisanti, Desa Taruma Jaya , Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Kegiatan itu salah satu program pengabdian masyarakat dari UI yang dilakukan dalam rangka revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dengan pembentukan relawan atau kelompok anti sampah entaskan polutan disingkat KASEP. Kilometer nol dari Sungai Citarum dijadikan titik penanganan dan pengendalian polutan sebagai upaya mensukseskan gerakan Citarum Harum, yang digagas pemerintah lintas sectoral, dipayungi secara hukum melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.

Didalam perpres tersebut tercantum peranan penelitian dan pengabdian Memfasilitasi riset dan keikutsertaan akademisi dalam inovasi pengendalian DAS Citarum, sehingga sebagai bagian dari partisipasi akademisi berpartisipasi dalam upaya pencegahan, penanggulangan pencemaran dan kerusakan, serta pemulihan DAS Citarum.

“Pemberdayaan masyarakat mengedepankan aspek Ilmu pengetahuan dan teknologi, selalu memperhatikan aspek keberlanjutan kampanye, disadari atau tidak masyarakat akan mengubah kebiasannya apabila ada perubahan mindset atau paradigma berpikir, termasuk dalam pengelolaan sampah,” ujar Ketua Pengabdi, Deni Danial Kesa, Ph.D.

Keterkaitan Sumber mata air Kilometer Nol dengan daerah Aliran Sungai Citarum sebagai instrumen penting dalam perkembangan budaya masyarakat sekitar harus bisa menstimulisasi gerakan dalam ranah kampanye yang berkelanjutan (sustain). Lanjut Deni, jampanye mengelola sampah apabila tidak melibatkan masyarakat justru akan menjadi moral hazard bagi institusi pemerintah.

Dengan menggunakan metode Intervensi Sosial relawan KASEP (Kelompok Anti Sampah Entaskan Polutan) di DesaTaruma Jaya , Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, akan mensosialisasikan pola pilah sampah dan mendeteksi sumber sumber polutan diantaranya bagaimana mengolah ganggang hijau di daerah sekitar Danau atau situ menjadi kompos, baik padat maupun cair,” sebut Deni.

Menurut Deni, intervensi sosial perlu dilakukan secara terus menerus, dan melibatkan banyak pihak. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan Lima Fase Perancangan Pengajaran Model Spiral diadaptasi dari Five phases of instructional design dari Cennamo dan Kalk, (2005:6). “Dalam model spiral ini dikenal 5 (lima) fase pengembangan yakni: (1) definisi (define), (2) desain (design), (3) peragaan (demonstrate), (4) pengembangan (develop), dan (5) penyajian (deliver). Pengembangan model dimulai dari fase definisi (yang merupakan titik awal kegiatan), menuju kearah fase desain, peragaan, pengembangan, dan penyajian yang dalam prosesnya berlangsung secara spiral dan melibatkan masyarakat sebagai relawan,” jelas Deni.

Seperti diketahui, Situ Cisanti adalah danau buatan yang menampung 7 mata air utama Sungai Citarum. Yaitu mata air Pangsiraman, Cikolebere, Cikawadukan, Cikahuripan, Cisadana, Cihaniwung, dan Cisanti, sedangkan Situ Cisanti merupakan hulu Sungai Citarum, atau dalam Bahasa Sunda disebut Mastaka Citarum. Secara Geografis Wilayah Sungai Citarum terletak pada 106° 51’36” – 107° 51’ BT dan 7° 19’ – 6° 24’LS, dengan luas area ±11.323 Km². Wilayah Sungai Citarum seluas kurang lebih 12.000 km2 mencakup 13 wilayah administrasi Kabupaten/Kota di lingkungan Provinsi Jawa Barat, yaitu: Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Sumedang, Kota Bandung, Kota Bekasi dan Kota Cimahi.

Kagiatan yang diikuti kurang lebih 70 orang peserta yang terdiri dari masyarakat dan anggota Satgas Citarum harum, dilakukan pelatihan pembuatan kompos dan reportase berbasis website , Harapan dan antusiasme peserta terlihat ketika diskusi berjalan dengan baik. Kepala Desa Taruma Jaya, Ayi mengatakan ada banyak manfaat dari pelatihan diantaranya memberikan pengetahuan tentang manfaat pilah untuk mengolah kembali sampah organik dan anorganik, serta perlakuan terhadap sampah sehingga cocok digunakan untuk metode ini.

Pasi Ops Satgas TNI Citarum Harum Lettu Doddy peragaan cara menggunakan alat sebagai teknologi lanjutan lebih efektif karena disertai praktik dengan menggunakan alat, dan mengharapkan ada banyak pihak lagi yang membantu bahu membahu membersihkan Sungai Citarum dari Hulu ke Hilir.

Vokasi UI merupakan program pendidikan pada jenjang diploma 3 yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga yang dapat menerapkan keahlian dan keterampilan di bidangnya, siap kerja dan mampu bersaing secara global. Pengajaran pada program pendidikan Vokasi lebih mengutamakan praktek untuk mengasah keterampilan sehingga lulusan yang dihasilkan menjadi kompeten dibidangnya. Lulusan juga dilengkapi dengan sertifikasi profesi baik nasional maupun internasional. Saat ini Vokasi UI memiliki 3 bidang keahlian yaitu Bidang Studi Administrasi dan Bisnis, Bidang studi Sosial Humaniora dan Bidang Studi Kesehatan, yang didalamnya terdapat 11 program studi. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker