AdvetorialLembangPemerintahanRagam Terkini

2019 E-KTP Dicetak di Kecamatan

 

ist
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna ketika membuka Rapat Koordinasi Pendataan Kepemilikan Akta Kelahiran Usia 0-18 tahun di Lembang baru-baru ini.

LEMBANG – Sebagai salah satu bentuk dalam mendekatkan pelayanan pada masyarakat, tahun 2019 nanti perekaman dan proses pencetak E-KTP akan dilaksanakan diseluruh kecamatan. Namun bukan herarti tidak dilakukan pada tahun ini. Karena menjelang akhir 2018 ini, pencetakan E-KTP sudah mulai dilakukan di 5 kecamatan.

“2019 perekaman dan pelayanan E-KTP akan dilakukan diaeluruh kecamatan. Dan tahun ini dicoba di 5 kecamatan dulu,” ujar Bupati ketika membuka Rapat Koordinasi Pendataan Kepemilikan Akta Kelahiran Usia 0-18 tahun di Lembang baru-baru ini.

Karena menurutnya, meningkatkan pelayanan tidak hanya meningkatkan kinerja diruangan saja, tetapi harus jemput bola langsung kesetiap desa dan kecamatan. Termasuk pelayanan administrasi kependudukan. “Jangan sampai merugikan masyarakat dengan mempersulit pelayanan. Permudah. Bahagiakan masyarakat dengan memberikan pelayanan prima,” terangnya.

Bupati menjelaskan bahwa mendekatkan pelayanan merupakan perwujudan dari jargon “Bandung Barat Lumpat”, sehingga bisa lebih cepat mencapai target-target yang telah ditentukan.

Sekertaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Bandung Barat, H. Agus T. Ruhanda, menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah berusaha menuntaskan proses perekaman E-KTP terhadap wajib KTP sebagai salah satu syarat normatif pemilih pada Pemilihan Presiden dan Legialatif 2019.

Dari 1,6 juta penduduk Kab. Bandung Barat, 1.201.860 orang merupakan wajib E-KTP. Dan yang sudah terekam sebanyak 1.158.890 orang dan 42.970 orang lainnya belum terekam.

“Dari jumlah wajib KTP di Bandung Barat 1.074.202 orang sudah tercetak E-KTP nya. Sedangkan 109.995 orang lainnya belum tercetak,” jelasnya.

Sementara itu, dari total penduduk cakupan kepemilikan akta kelahiran sudah mencapai 85 persen. Dan 15 persen diantaranya belum memiliki akta kelahiran. “Lima belas persen ini bukanlah jumlah yang sedikit, karena itu berarti masih ratusan ribu penduduk belum memiliki akta kelahiran,” pungkasnya. (adv)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close