AdvetorialPemerintahanRagam Terkini

Disiplin ASN Tergantung Kualitas SDM

 

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna ketika membuka Sosialisasi Elektronik – Sistem Presensi dan Absensi Berbasis Web/ Online (e-presisi) dilingkungan Pemerintah Kab. Bandung Barat baru-baru ini.

LEMBANG – Meskipun perkembangan teknologi berkembang semakin pesat, namun dalam meningkatkan kinerja dan kedisiplinan Aparat Sipil Negara (ASN) tidak bisa tergantung kepada alat yang dilahirkan oleh teknologi tetapi sangat tergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimilikinya.

“Alat dan teknologi tidak bisa dijadikan jaminan meningkatnya kinerja dan kedisiplinan ASN dalam sebuah pemerintahan, tetapi sangat tergantung kualitas SDM yang ada didalamnya. Tapi saya berharap seiring berkembangnya teknologi, kinerja dan kedisiplinan turut meningkat juga,” tutur Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna ketika membuka Sosialisasi Elektronik – Sistem Presensi dan Absensi Berbasis Web/ Online (e-presisi) dilingkungan Pemerintah Kab. Bandung Barat baru-baru ini.

Jadi, Ia menambahkan, jika kinerja dan kedisiplinan sudah tumbuh dengan sendirinya diharapkan seluruh ASN juga bisa meningkatkan pelayanan pada masyarakat dalam menjabarkan jargon “Bandung Barat Lumpaaat” sebagaimana dibahas dalam Visi AKUR (Aspiratif Kreatif Unggul dan Religius)

Umbara menilai sistem kerja yang dipakai oleh Pemerintah Kab. Bandung Barat sudah sangat bagus, tapi jika tidak diimplementasikan dengan baik maka akan sia-sia. Jadi, optimalisasi pelayanan publik harus lebih baik lagi untuk meningkatkan tingkat kepuasan masyarakat.

“Karena jika KBB maju, hasilnya akan dinikmati oleh seluruh masyarakat termasuk seluruh aparat yang terdapat didalamnya. Karena jargon Bandung Barat Lumpaaat sangat tergantung kualitas kinerja dan kedisiplinan para ASN. Jika saat ini APBD baru mencapai Rp 2, 8 triliun saya berharap pada masa kepemimpinan saya bisa mencapai Rp 5 triliun,” ujarnya.

Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kab. Bandung Barat, Agus Maolana

Plt Kepala BKPSDM, H. Agus Maolana menuturkan bahwa Sosialisasi Elektronik – Sistem Presensi dan Absensi Berbasis Web/ Online (e-presisi) ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman komprehensif pada seluruh ASN sebagai user serta memberikan pemahaman terhadap regulasi disiplin aparatur.

“Aplikasi ini merupakan alat pemantau kedisiplinan dan kinerja ASN dan sebagai alat untuk menyediakan info resensi dan absensi yang cepat, mudah dan terukur.

“Tujuan jangka panjangnya adalah untuk memudahkan perangkat daerah dalam pelaporan kehadiran serta untuk mengimplementasikan tunjangan kesejahteraan pegawai berbasis kehadiran,” terangnya. (adv)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close