PadalarangRagam Terkini

Paku Padjajaran Gelar Ruwatan Bumi

 

ist
Ruwatan bumi dan debus menjadi rangkaian acara pelantikan ormas Paku Padjajaran Kecamatan Padalarang di Kampung Cimanggu RW 16 Desa Cempaka Mekarr-Tagogapu Padalarang, Minggu (7/10/2018).

PADALARANG– Ormas Paku Padjajaran melakukan ruwatan bumi. Acara itu sebagai tolak bala bencana alam yang melanda negeri ini. Bencana gempa bumi, tsunami hingga isu patahan Lembang merupakan bencana alam di luar nalar manusia.

Acara ruatan bumi DPC Paku Padjajaran Kabupaten Bandung Barat diselenggarakan di Kampung Cimanggu RW 16 Desa Cempakamekar-Tagogapu, Kecamatan Padalarang, Minggu (7/10/2018).

Acara sisingaan ditampilkan dalam kegiatan tersebut menyambut kedatangan tamu undangan juga peragaan kesenian debus Banten memeriahkan acara ruatan bumi sekaligus pelantikan pengurus ormas Paku Padjajaran Kecamatan Padalarang.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ormas Paku Padjajaran, Sehu Ahmed mengatakan, salah satu faktor bencana alam adalah ulah perbuatan manusia itu sendiri. “Rasa khawatiran kita soal patahan Lembang jangan berlebihan. Kita tidak usah takut karena sebagai orang timur kita masih memegang budaya luhur,” ujar Sehu.

Budaya leluhur di sini, Sehu mengatakan, berdoa kepada sang pencipta memohon keselamatan agar terhindar dari mala petaka yang sewaktu-waktu terjadi. “Kita doakan alam kita meminta kepada Allah SWT agar tidak terjadi seperti di Palu dan Donggala,” katanya. Tentunya, kata Sehu, prilaku manusia menjaga kelestarian alam menjadi hal penting untuk menjaga keseimbangan alam agar terhindar dari bencana. “Namun hal yang penting juga mengubah prilaku diri kita untuk menjauhi maksiat namun lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT karena musibah bencana alam merupakan peringatan kepada kita semua,” tuturnya.

Ketua DPC Paku Padjajaran, Bemi Mulayawan mengimbau masyarakat agar tidak terlalu berlebihan menangkap isu patahan Lembang yang dapat menyebabkan bencana gempa bumi yang cukup besar. “Waspada kita boleh tapi jangan terlalu berlebihan karena masalah bencana alam sulit untuk diprediksi,” kata Bemi. Soal itu juga, pihaknya bersama jajaran DPC Paku Padjajaran di Jawa Barat akan gencar melakukan sosialisasi waspada bencana gempa bumi kepada masyarakat. “Kita akan bekerjasama dengan Badan Penanggulang Bancana Daerah KBB untuk mensosialisakan trik ketika menghadapi gempa bumi agar kita selamat,” tuturnya. Acara itu juga dilakukan simulasi mengatasi terjadinya gempa bumi yang sewaktu-waktu melanda.

Bendahara Paku Pajajaran Mimi Ekiami mengatakan, sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana alam di Palu dan Donggala, pihaknya sudah menyerahkan bantuan baik materil maupun bantuan sandang, papan, dan pangan. “Kita merasakan betul apa yang dirasakan saudara kita di Palu dan Donggala dan kami mengirimkan relawan untuk ikut membantu,” tuturnya.

Ormas Paku Padjajaran merupakan salah satu ormas yang konsentrasi terhadap kelestraian seni budaya Sunda buhun. Setiap kegiatannya, Ormas Paku Padjajaran selalu menampilkan kesenian seperti karinding, tarawangsa, celempung, dan lain sebagainya. (***)


Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close