Kota BandungPemerintahanRagam Terkini

Para Saksi Kompak Membantah

 

Para saksi saat menyampaikan keterangan di PN Bandung pada sidang lanjutan korupsi yang menyeret mantan Bupati Bandung Barat, Abubakar dan sejumlah kepala dinas KBB.

BANDUNG– Sidang lanjutan perkara korupsi dengan terdakwa mantan Bupati Bandung Barat, Abubakar serta mantan pejabat KBB, Adiyoto dan Weti Lembanawati di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (8/10/2018) makin seru saja.

Sidang itu, para saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebanyak enam orang yaitu Anugrah (Kadis PUPR), Erni Bendahara PUPR, Ida Nurhamida (Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan KBB), Rahman (TKK pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan), Aang Nugraha (Kasubag Litbang), Heru Nugroho  (Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan).

Dalam sidang saksi kompak membantah menyerahkan uang untuk Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati KBB, Elin Suharliah- Maman S Sunjaya melalui Aduyoto dan Weti Lembanawati atas perintah Abubakar.

Pengakuan Aang Nugraha staf dari terdakwa Adiyoto sebagai Kasubaglitbanda, bahwa dirinya sudah menerima uang Rp 50 juta dari Erni bendahara PUPR KBB atas perintah Kadis PUPR KBB, Anugrah.

Keterangan tersebut langsung dibantah Erni dan Anugrah meski nomor telepon selulernya diakui milik keduanya saat diperdengarkan JPU KPK di persidangan. Bantahan berlanjut pada isi pembicaraan di telepon. Keduanya tidak mengakui itu suara mereka. “Bukan suara saya, ” bantah Kadis PUPR KBB, Anugrah saat ditegaskan Hakim Anggota Adhoc, Rodjai S. Irawan, SH. Soal ini, hakim meminta JPU KPK agar diproses lebih lanjut.

Saksi lain yaitu Ida Nurhamida Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga tidak mengakui memberikan uang ke Abubakar melalui Aang Nugraha. Heru Nugroho dan Rahman juga demikian meski Aang tetap bersikukuh menerima uang dari Rahman.

Pada dasarnya, para saksi membantah apa yang dibeberkan Aang Nugraha. Kecuali Aang siap menanggung apapun akibat dari keterangan- keterangan yang disampaikan di persidangan. Atas keterangan para saksi, Weti Lembanawati tidak mengakui adanya penerimaan uang dari para saksi, demikian juga dengan Adiyoto meski Aang Nugraha adalah stafnya di Bappelitbangda KBB. Sidang masih dilanjutkan Senin depan pada 15 Oktober 2018 dengan agenda keterangan para saksi dan bukti. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button
Close