NgamprahPemerintahanRagam Terkini

Bupati Umbara: “Akan Jadi Masalah”

 

 

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna.

NGAMPRAH– Belum dikembalikan aset negara berupa mobil bermerek Alphard oleh Mantan Pj Bupati KBB, Yayat T Soemitra membuat gerah Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna. “Ya kaji saja. Sekarang saya pake mobil yang wabup,” kata Umbara di Ngamprah, Selasa (9/10/2018).

Umbara mengatakan, jika mantan pejabat harus segara mengembalikan mobil dinas yang pernah dipinjamkan. Begitu juga saat dirinya ketika tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPRD KBB langsung mengembalikan fasilitas dinas yang dipinjamkan. “Itu akan menjadi masalah. Kasian saya ama Pak Yayat toh beliau juga sahabat saya,” kata mantan Ketua DPRD KBB dua periode ini.

Pihaknya sudah menugaskan sekda juga asisten pemerintahan untuk segera menarik mobil dinas yang saat ini dipinjamkan kepada mantan Pj Bupati Bandung Barat, Yayat T Soemitra. “Kalau tidak segera dikembalikan nanti ada yang rusak jangan sampai nantinya mencelakakan saya,” tuturnya. Mobil dinas bupati yang saat ini dipijamkan belum saatnya untuk dilelang.

Sebelumnya sempat diberitakan jika mantan Plt Bupati Bandung Barat periode 2013-2018 Yayat T Soemitra mengajukan permohonan pembelian kendaraan dinas bupati yang dipakai dirinya semasa bertugas. Kendaraan yang dimohon adalah merek Toyota Alphard keluaran tahun 2014 berwarna hitam dengan pelat nomor kendaraan D 1201 PN.

Kabid Pengelola Barang di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) KBB Asep Sudiro mengatakan, Plt Bupati Yayat T Soemitra yang masa tugasnya berakhir pada 17 Juli 2018  memang mengajukan permohonan untuk membeli kendaraan yang selama ini dipakainya. Hal itu memang diperbolehkan dan diatur dalam Permendagri No 19 Tahun 2016, Perda No 7 Tahun 2017, dan Perbup KBB tentang Pengelolaan Barang Daerah.

“Setelah tugasnya selesai, Pak Yayat mengajukan permohonan untuk membeli kendaraan dinasnya. Itu bisa dimungkinkan melalui mekanisme penjualan tanpa lelang yang dilakukan oleh Pemda KBB,” ucapnya di Ngamprah, Kamis (2/8/2018).

Dia menjelaskan, bupati dan wakil bupati selama ini mendapatkan dua mobil dinas yakni jenis SUV dan sedan. Bupati mendapatkan kendaraan Toyota Alphard dan wakil bupati Toyota Fortuner serta sedan Toyota Camry. Saat masa tugasnya selesai, semua kendaraan dinas itu harus dikembalikan ke pemerintah daerah. Mereka bisa mengajukan permohonan untuk kepemilikan dengan harga 40% dari harga saat ini.

Namun, syarat kendaraan bupati dan wakil bupati itu bisa dimiliki jika sudah berusia empat tahun, sementara untuk sekda kendaraannya sudah lima tahun. Syarat lainnya mereka yang mengajukan kepemilikan tidak boleh terjerat kasus hukum. Selain itu, kendaraan baru untuk bupati dan wakil bupati yang baru sudah dianggarkan oleh bagian perlengkapan Setda KBB.

“Permohonan itu bisa dikabulkan atau tidak tergantung dari apakah sudah ada kendaraan bupati/wakil bupati yang baru nantinya,” tuturnya.

Saat ini, kata Asep, proses pengajuan permohonan dari yang bersangkutan sudah di Kantor Pelayanan Kekayaan dan Lelang Negara (KPKLN). Sementara itu, berdasarkan penelusuran, harga kendaraan untuk merek Toyota Alphard tahun 2014 antara Rp450 juta sampai Rp600 juta. Jadi, jika kendaraan dinas tersebut ingin dimiliki oleh Yayat T Soemitra, yang bersangkutan tinggal menebusnya dengan harga 40% dari nilai tersebut.(***)


 

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close