PadalarangPemerintahanRagam Terkini

Tarif Pasar Tumpah Pemda KBB Jangan Jadi Pungli..!

Tokoh Pemuda Padalarang, Yana Suryana.

PADALARANG– Rencana Pasar tumpah di dalam Komplek Pemda KBB setiap minggu menuai protes dari pedagang. Bagaimana tidak, pihak panitia yang dikabarkan akan digarap salah satu relawan Akur memasang tarif sebesar Rp 150 ribu untuk pendaftaran pertama masuk berjualan pedagang di kawasan tersebut. Uang tiket masuk itu akan berlaku lima tahun ke depan. “Info dari pedagang Rp 150 ribu untuk lima tahun, itu sekali bayar terus nanti akan ada retribusi lagi setiap minggu untuk kebersihan,” ujar Tokoh Pemuda Padalarang, Yana Suryana kepada ragam, Minggu (14/10/2018).

Kebijakan itu, sebut Yana, memberatkan pedagang kecil yang tidak mampu. “Pedagang datang ke saya. Mereka mengeluh dengan pemasangan tarif masuk tersebut,” kata Yana.

Menurut Yana, pihak panitia tidak bisa menentukan tarif seenaknya masuk begitu saja. Namun harus melalui sosialisasi dengan perwakilan pedagang. “Pemda memangnya milik siapa? Kan milik masyarakat bukan milik relawan atau perorangan. Sebaiknya ada sosialisasi dulu jangan sampai ini jadi pungutan liar,” ungkapnya.

Yana juga mengaku heran dengan kebijakan itu tanpa ada sepengetahuan relawan Akur lainnya. “Saya tanya ke Pak Usep (Ketua Relawan) dia tidak tahu soal itu. Jadi ini seperti ajang bisnis terus duitnya masuk ke kantong siapa?,” kata Yana.

Seperti diketahui, pasar tumpah di Pemda KBB sempat digelar saat acara heleran yang dihelat beberapa waktu lalu. Acara itu, setidanya ada ratusan pedagang yang berjualan di dalam Komplek Pemda Bandung Barat untuk meramaikan acara tersebut. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close