HukumKota BandungRagam Terkini

Weti : “Saya Tidak Pernah Memerintah dan Tidak Memberi Kepada Ketua Dewan”

foto dokumen ragam daerah
Para saksi diambil sumpah sebelum persidangan di mulai pada sidang lanjutan tipikor yang menghadirkan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dan mantan Sekda KBB Maman S Sunjaya di PN Kelas 1 Bandung, Senin (15/10/2018).

BANDUNG– Sidang lanjutan tindak pidana korupsi melibatkan terdakwa mantan Bupati Bandung Barat, Abubakar, mantan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Weti Lembanawati dan mantan Kepala Bapedalitbang Adiyoto berjalan cukup lama.

Sidang tipikor Pengadian Negeri (PN) Kelas I Bandung dipimpin Hakim Fuad Muhammady menghadirkan sejumlah saksi, yakni Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, Calon Wakil Bupati KBB yang juga mantan Sekda Bandung Barat, Maman S Sunjaya, Staf Disperindag, Caca, Kabag di Dinas Penanaman Modal Tommy, Kabag Aset Asep Sudiro, dan Kepala Inspektorat Yadi Azhar, Senin (15/10/2018).

Sidang pertama pukul 10.30 meminta keterangan dari saksi Caca, Asep Sudiro, Tommy, dan Yadi Azhar. Jaksa menampilkan gambar berupa catatan tulis tangan soal penerimaan aliran uang dari para kepala dinas untuk pemenangan istri Abubakar, Elin Suhrlian- Maman S Sunjaya di pilkada KBB lalu.

Dalam gambar itu, Caca diminta untuk menjelaskan kemana saja uang itu dialirkan? Di gambar itu, tampak tertulis uang Rp 100 juta diserahkan ke Ketua DPRD Kabupaten Bandung saat itu Aa Umbara salah satunya diserahkan ke seseorang sopir pribadinya bernama Aep. “Ada ancaman 3 tahun penjara jika Anda memberikan keterangan palsu. Ini catatan saudara dalam berita acara pemeriksaan saudara mengatakan bahwa Aep ini sopir Ketua DPRD Bandung Barat saat itu (Aa Umbara), betul demikian,” ujar Jaksa KPK, Budi Nugraha.

Caca tampak kebingungan. Ia mengaku lupa. “Saya lupa,” kata Caca. Jaksa meninggikan suaranya karena di gambar catatan itu Caca mampu dengan lancar menjelaskan soal penerimaan dan pendistribusian uang.

Sekitar pukul 14.30 sidang di skor. Dilanjutkan dengan menghadirkan saksi Aa Umbara Sutisna dan Maman S Sunjaya. Maman ditanya oleh hakim, apakah mengetahui soal aliran dana dari para kepala dinas saat dirinya menjabat sebagai sekda? Maman menjawab tidak mengetahui soal adanya aliran dana tersebut.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna membantah telah menerima aliran dana bancakan dengan total sekitar Rp 255 juta yang diduga hasil setoran dari sejumlah dinas di Bandung Barat.

Sebelumnya, saksi Caca Permana pada kesaksiannya menyatakan, bahwa dirinya pernah memberikan uang beberapa kali kepada Aa Umbara Sutisna saat menjabat ketua DPRD KBB baik secara langsung maupun melalui sopirnya dan ajudannya.

Namun Aa Umbara membantahnya. JPU KPK menanyakan apakah ada aliran dana dari dana bancakan terhadap saudara Saksi?

“Tidak, tidak pernah (tidak pernah menerima uang),” kata Umbara.

Meskipun beberapa kali ditanyakan, Umbara tetap membantahnya. Saat dikonfrontir terhadap Caca yang memiliki catatan bahwa Umbara menerima aliran dana, Caca pun tetap mengakui bahwa Umbara menerimanya dan telah memberikan uang melalui ajudan dan sopir Umbara.

“Iya betul (telah menyerahkan uang)” kata Caca.

Sementara itu, JPU KPK Feby Dwiyandospendi pada sela-sela jeda persidangan menanggapi sanggahan Aa Umbara itu merupakan haknya. “Berkaitan dengan membantah menerima uang, itu haknya saksi Aa Umbara artinya akan kami nilai terkait hubungannya dengan kesaksian Caca Permana, ini kan ada fakta baru, adanya percakapan di HP Caca Permana dengan Aa Umbara yang telah kami sita, nanti akan kami coba ke tim digital forensik,” katanya.

Diketahui pada cacatan Caca Permana yang diperlihatkan JPU pada persidangan melalui infocus tertulis Rp 100 juta rumah Ketua Lembang, Rp 20 juta kepada sopir di Kotbar, Rp 75 juta melalui Ajudan, Rp 25 juta melalui Ajudan dan Rp 35 juta melalui Aef Lembang yang dibacakan JPU.

Diakhir persidangan, jaksa meminta tanggan kepada Weti soal itu. “Saya tidak pernah memerintahkan dan tidak pernah memberi kepada ketua dewan,” kata Weti. Sedangkan Abubakar tidak memberikan tanggapan dari keterangan para saksi itu. “Sudah cukup tidak ada sanggahan,” kata Abubakar.
(***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button
Close