Advetorial

KBB Dijadikan Percontohan P4GN BNNP Jabar


foto ragam daerah
Sinergitas Pembina Desa dalam P4GN menuju Bandung Barat AKUR di Ngamprah.

NGAMPRAH – Tingginya antusias kehadiran peserta pada Sinergitas Pembina Desa Dalam P4GN (Pencegahan Pemberantasan Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba) yang diselenggarakan BNN Kabupaten Bandung Barat yang dihadiri para Kepala Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, Camat, Kapolsek dan Danramil, membuat Kepala BNN Provinsi Jawa Barat, Brigjen (Pol) Sufyan Syarif, MA terkagum dan akan menjadikan Kab. Bandung Barat sebagai percontohan Pencegahan Pemberantasan Peredaran dan Penyalah Gunaan Narkoba (P4GN) bagi kab/kota lainnya.

“Terus terang saya sangat bangga dan merinding melihat tingginya antusias peserta yang hadir pada kegiatan ini. Karena hampir seluruh peserta yang diundang dapat hadir. Mungkin karena diwajibkan hadir oleh Pak Bupati sepertinya,” ujar Sufyan ketika memberikan pengarahan pada acara Sinergitas Pembina Desa dalam P4GN menuju Bandung Barat AKUR, di Ngamprah, Selasa (9/10/2018).

Penunjukkan KBB sebagai percontohan ini sejalan dengan akan dijadikannya Jawa Barat sebagai pilot project penangan narkoba pada level terujung (Desa) oleh Pemerintah Pusat. Ia meyakini melalui 3 pilar desa, yakni kades, babinkamtibmas  babinsa yang dibantu degan puskesmas bisa lebih optimal dalam memberantas dan memerangi peredaran narkoba di seluruh penjuru negeri.

Sebagai upaya preventif agar masyarakat tidak terjerumus dan menjadi korban penyalahgunaan narkoba, Sufyan mengimbau agar tidak tergoda untuk mencobanya.

“Karena 60 persen pengguna narkoba berawal dari sekadar mencoba-coba hingga ketagihan. Jadi sebaiknya jangan pernah berani mencoba untuk menggunakannya. Sebab, 40-60 masyarakat Indonesia meninggal akibat narkoba setiap harinya,” jelasnya.

Menurutnya, para bandar dan pengedar selalu berinovasi menciptakan berbagai narkoba jenis baru setiap harinya agar bisa terbebas dari jeratan perundang-undangan. Bahkan secara nasional omset penjualan narkoba di Indonesia bisa mencapai Rp 80 trilun.

“Korban narkoba tidak pernah pandang bulu. Jadi, pencegahan wajib dilakukan sedini mungkin terhadap generasi penerus bangsa yang akan memimpin negara ini 20-25 tahun kedepan. Persiapkan generasi penerus bangsa tanpa narkoba,” tuturnya.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara sutisna menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya agar Bandung Barat bebas dari narkoba disamping program kerja 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat.

“Pemberantasan dan pencegahan dalam memerangi narkoba merupakan tugas bersama seluruh elemen dengan mengarahkan masyarakat pada kegiatan-kegiatan positif,” kata Umbara.

Ia menegaskan bahwa pemerintah desa merupakan ujung tombak dalam pemberantasan narkoba. Jargon Bandung Barat Lumpaaat” juga berarti lari dalam memberantas dan memerangi narkoba.

“Jika kita kompak mulai dar bupati, camat, kades dan jajaran 3 pilar lainnya, maka saya pastikan KBB bersih dari narkoba,” imbuhnya. (adv)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button
Close