LembangPemerintahanRagam Terkini

Tunggakan Pajak Hotel & Restoran di KBB Rp 5, 1 Miliar

 

Petugas memasangi spanduk hotel dan restoran di KBB yang menunggak pajak.

LEMBANG– Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tidak main-main sejumlah hotel dan restoran yang pajaknya menunggak.

Sedikitnya ada 17 hotel dan restoran di KBB pajaknya menunggak dengan total Rp 5,1 miliar. Tak ayal, petugas Satpol PP dan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKB) langsung memasang plang spanduk bertuliskan “Peringatan/Teguran Wajib Pajak Ini Menunggak Pajak Daerah” yang dilakukan oleh Satpol PP bersama KBB, Selasa (23/10/2018).

Spanduk peringatan berukuran 4×2 meter dipasang di sejumlah tempat usaha yang tidak membayar pajak.

Seperti Hotel Narima dan Takasimaya, Lembang. Selain itu, Rumah Makan Sidamulya, dan Dapoer Kayu, Kecamatan Parongpong, serta pabrik PT Falmaco yang berada Jalan Raya Cimareme, Kecamatan Padalarang. Tunggakan pajaknya berupa pajak hotel, restoran/rumah makan, dan pajak air tanah.

“Totalnya ada 17 titik yang akan dipasang spanduk, dan baru terpasang lima, ya sisanya besok,” ujar Kepala Bidang Pajak Daerah Satu pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) KBB, Hasanudin di sela aksi pemasangan spanduk peringatan kepada wartawan, Selasa (23/10/2018).

Hasanudin mengatakan, total tunggakan pajak dari 17 tempat usaha itu mencapai Rp5,1 miliar. Dia mencontohkan Hotel Narimamenunggak pajak hotel dan air tanah, Hotel Takasimaya menunggak pajak air tanah senilai Rp58 juta. “Sementara untuk pajak hotelnya hanya membayar Rp2 juta/bulan dan itu di luar kewajaran mengingat berdasarkan taksiran hotel itu semestinya membayar pajak hotel senilai Rp40 juta/bulan,” katanya.

Bukan tanpa teguran. Pihaknya, kata Hasanudin, sudah melayangkan surat peringatan kepada para pengelola 17 tempat usaha sebanyak tiga kali.

“Terakhir surat peringatan dilayangkan pada 16 Oktober 2018, namun ternyata tidak ada itikad baik dari mereka untuk membayar tunggakan pajaknya,” sebutnya.

Pihaknya memberikan waktu hingga satu minggu, jika tunggakan pajak itu tidak juga dibayar maka akan dilakukan tindakan tegas hingga penyegelan. “Kalau seminggu tidak melunasi, berdasarkan aturan dalam Perda Nomer 12 /2016 tentang Pajak Daerah dan Perbup Nomer 73/2017 tentang Tata Cara Penungutan Pajak Air Tanah, bisa dilakukan penyegelan,” tegasnya.

Terpisah Owner Hotel Takasimaya Reyner Wiratama mangakui, pihaknya memang memiliki tunggakan. Hal itu terjadi karena beberapa waktu lalu sempat ada pergantian di manajemen hotel dalam pengurusan pajak ini.

Pihaknya sekarang sudah melunasi tunggakan tersebut, karena sejak bulan lalu juga soal tunggakan hotek secara perlahan-lahan dan bertahap coba untuk diselesaikan.

“Untuk ke depan kami akan lebih tertib lagi agar tidak ada lagi tunggakan pajak nantinya. Sementara dalam waktu cepat kami akan mengirim surat ke Pemda KBB untuk menurunkan spanduk peringatan yang dipasang di depan hotel,” tuturnya. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close