Ragam Terkini

Puting Beliung Sapu 15 RW di Cimerang, Logistik BPBD KBB Menipis

 

foto istimewa
Puting beliung memporakporandakan beberapa wilayah di KBB. Seperti terlihat dalam foto.

NGAMPRAH– Kabupaten Bandung Barat (KBB) darurat bencana. Kejadian puting beliun memporak porandakan beberapa wilayah di Bandung Barat.

Kejadian paling parah di Desa Cimarang, oKecamatan Ngamprah. Sebanyak 15 RW rumah warga disapu puting beliung. Tiga rumah milik Meri, 45, RW 6, Ika, 40, dan Mimin, 55, RW 8.

Kades Cimerang, Ali Jayadiningrat mengatakan, kejadian sekitar pukul 15.30, Senin (18/11/2018). Angin puting beliung langsung menyapu sekitar wilayah Ngamprah dan Padalarang. “Saat kejadian saya sedang berada di kantor desa. Bahkan kaca kantor pun pecah seketika,” kata Ali dihubungi ragam daerah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Namun kerugian ditafsir hingga ratusan juta rupiah. “Kebanyakan yang rusak genteng warga yang tersapu angin, warga yang rumahnya roboh saat ini diungsikan ke rumah saudaranya,” kata Ali.

Puting beliung juga menumbangkan pohon di wilayah Desa Cipendeuy di
2 lokasi Kampung Tembokan RT 4/01 halaman sekolah SD Cipendeuy Padalarang, dan Kampung Cibacang Kidul RT 02/06 Desa Cipendeuy mengakibatkan robohnya pohon sehingga menutup jalan desa dan jalan gang.

Empat atap rumah warga terbuat dari asbes dan genteng tersapu puting beliung yakni milik Adang, 44 asbes terbang tersapu angin beliung kerugian diperkirakan lebih Rp 500 ribu, rumah Maman, 45 asbes terbang kerugian Rp 1 juta, rumah Idi, 50 genteng pecah akibat terkena runtuhan ranting pohon kerugian ditafsir Rp 2 juta, dan rumah Adang, 50 asbes tersapu angin beliung kerugian Rp 1 juta.

Sebuah bilbord besar depan PT Rohto roboh yang mengakibatkan macet di jalan tol. Tidak hanya itu, atap gedung A Pemda yang terbuat dari baja ringan terbang tersapu puting beliung.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD KBB Duddy Prabowo didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik, Dicky Maulana mengakui, stok logistik yang ada di gudang menipis.  Meski demikian jika ada kejadian bencana luar biasa dan stok habis akan menggunakan biaya tak terduga (BTT).

“Logistik untuk korban bencana berasal dari pemerintah pusat atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disalurkan ke BPBD Provinsi Jawa Barat untuk didistribusikan ke BPBD kabupaten/kota. Nah. pada tahun 2018 ini alokasi logistik dari BNPB dikurangi. Turunnya sangat signifikan,” kata Duddy di Ngamprah baru-baru ini.

Ia mengungkapkan, untuk mengangkut logistik bantuan dari BNPB biasanya bisa satu sampai dua truk per tahun. Tapi tahun 2018 cukup diangkut oleh mobil minibus.

“Kami mengambil logistik di BPBD Jawa Barat. Tahun ini, hanya mendapat makanan siap saji plus paket rekreasional yang terdiri dari bola sepak, ring donat, permainan monopoli, ular tangga dan sebagainya. Tahun sebelumnya, masih lengkap ada paket keluarga, familiy kid, perlengkapan sekolah dan lainnya,” ungkap Duddy.

Biasanya, bantuan logistik dari BNPB bisa memenuhi gudang BPBD. Tapi sekarang, rak-rak tempat penyimpanan logistik terlihat kosong.”Jangankan dalam bentuk makanan, karung saja jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Mungkin tinggal sekitar 20 karung. Inikan (karung) dibutuhkan sebagai tanggul darurat. Kalau tiba-tiba ada kejadian besar, pastinya kita kesulitan,” tandasnya. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button
Close