CimahiKriminalRagam Terkini

Janda Beranak Tiga Jadi Kurir Narkoba Rp 1,5 Miliar

CIMAHI – SB (43) janda anak tiga asal Kota Bekasi harus mendekam di sel prodeo Polres Cimahi. Tersangka diciduk Satnarkoba sebagai kurir narkoba jenis sabu dan ekstasi lintas daerah.

SB dibekuk saat tengah mengirim 1.600 butir ekstasi kualitas nomor satu dan Sabu seberat 500 gram yang jika diuangkan senilai Rp1,5 miliar.

Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara mengatakan pengungkapan terbesar itu setelah curiga ada barang mencurigakan di penitipan barang di Transmart Cimahi. Pihak manajemen langsung melapor dengan kecurigaan itu.

“Awalnya ini dari laporan masyarakat, yang melapor karena menemukan paket mencurigakan. Mereka memiliki kekhawatiran kalau barang itu membahayakan,” ujar Rusdy saat ditemui di Mapolres Cimahi, Kamis (22/11/2018).

Saat ditelusuri, barang itu diambil HH alias Jack warga Kebon Kopi, Cibereum, Kota Cimahi yang kemudian mengarah pada SB.

“Ternyata di dalamnya merupakan narkoba dalam 1 tas paper berisi 8 bungkus plastik pil biru diduga Extasi sebanyak 1600 butir dan 5 bungkus plastik bening dalam kemasan Abon Balado Padang seberat 500 gram,” tuturnya.

Penerima paket, HH mengaku mendapat barang haram itu dari seorang janda anak tiga warga bekasi. Untuk mengamankan SB, pihak kepolisian memanfaatkan HH untuk memancing keluar SB.

“Pengakuan SB, narkoba ini didapat dari seorang bandar di Bekasi, cara mendapatkannya dengan cara tempel. Mereka berhubungan melalui telepon dan tidak pernah bertemu langsung dengan bandar yang saat ini berstatus DPO,” katanya.

Kasatresnarkoba Polres Cimahi, Sugeng Heriyadi, menambahkan, jika pengungkapan ini juga menyelamatkan 5.700 jiwa dari perederan gelap narkoba di Kota Cimahi.
“Kalau asumsinya satu gram sabu dipakai lima orang dan satu pil ekstasi kualitas nomor satu itu untuk dua orang maka kita telah menyelamatkan 5.700 jiwa,” katanya.

Menurutnya, peredaran narkoba di Cimahi bisa dikategorikan sudah mengkhawatirkan, mengingat barangbukti yang didapat bernilai miliaran rupiah. “Ya bisa dikatakan itu mengkhawatirkan, karena Cimahi ini kan kecil wilayahnya, tapi peredarannya sering. Kecuali digabung dengan Kabupaten Bandung Barat, ya wajar,” jelasnya.

Saat ditanya polisi, SB berdalih nekat menjadi kurir narkoba lantaran terhimpit biaya sekolah ketiga anaknya. Ia yang sudah lama menjanda diupah Rp1,5 juta sekali kirim narkoba.
“Baru pertama ini juga, soalnya butuh buat biayain tiga anak saya. Kalau tidak begini saya tidak bisa dapat uang,” ucap SB singkat.

Akibat perbuatannya SB dan HH dijerat pasal 112 dan 114 undang-undang Narkotika dengan ancaman maksimal penjara seumur hidup, paling singkat 5 tahun atau paling lama 20 tahun. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close