NgamprahPemerintahanRagam Terkini

Sekda Definitif KBB Bakal Open Bidding Lagi?

 

ilustrasi

NGAMPRAH– Teka teki siapa sekda definitif KBB belum terjawab juga. Bahkan publik menilai, ini bagian dari skenario bupati. “Masalahnya hasil open bidding kemarin malah berpolemik, ya bisa jadi open bidding lagi,” kata pejabat KBB yang namanya enggan disebutkan, Minggu (25/11/2018).

Sementara itu, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna kembali menunjuk Pj Sekda yang baru yakni Asep Ilyas yang sebelumnya men­jabat sebagai Asisten Eko­nomi dan Pembangunan Bandung Barat. Asep meng­gantikan posisi Wahyu Di­guna yang telah habis masa baktinya per tanggal 23 No­vember 2018.

Namun sampai saat ini, Um­bara masih belum memu­tuskan pejabat sekda defini­tif. Meski telah ada tiga nama yang direkomendasikan un­tuk menjadi sekda definitif.

“Pj sekda yang sekarang (Wahyu Diguna) habis masa jabatannya dan saya memu­tuskan menunjuk Pj Sekda yang baru Pak Asep Ilyas,” sebut Umbara saat ditemui di Ngamprah, baru-baru ini.

Menurutnya, Pj Sekda yang baru sudah diusulkan ke gu­bernur dan telah mendapat­kan persetujuan untuk ber­tugas selama dua bulan ke depan. Meskipun diteruskan kembali oleh Pj Sekda, dirinya menjamin jalannya roda pe­merintahan tidak akan ter­ganggu. Pembahasan dan penetapan APBD 2019 juga akan dilakukan oleh Pj Sekda dan itu tidak menjadi per­soalan karena memiliki kete­tapan hukum yang sama.

Ditanya alasan dirinya tidak langsung menetapkan Sekda definitif dan lebih memilih menunjuk Pj Sekda baru, ka­rena merasa jajaran ASN di KBB khususnya di tingkatan bawah masih belum solid. Mereka juga belum bisa men­jabarkan apa yang menjadi visi misi serta jargon Bandung Barat Lumpat. Dengan alasan itu dan untuk lebih semakin mengompakkan semua jaja­ran ASN dirinya memutuskan menunda pengumuman sekda definitif.

Disinggung mengenai ada­nya isu perbedaan pilihan yang diusung oleh partai koalisi dan dirinya soal sekda definitif, Umbara membantah keras informasi tersebut. Men­urutnya partai koalisi tidak pernah melakukan interven­si dan menyerahkan pilihan sekda ini kepada dirinya. Dia menolak adanya anggapan bahwa berlarut-larutnya pe­netapan sekda, bertolak bela­kang dengan jargon KBB Lumpat yang diusungnya.

“Seperti bermain bola, se­bagai pemain saya merasakan kondisi di lapangan, semen­tara penonton dan komenta­tor kan tidak. Tapi saya tetap menerima masukan-masukan soal sekda asalkan rasional, tidak pribadi, karena pada prinsipnya meski dengan Pj Sekda KBB tetap lumpat,” tegasnya.

Dalam kamusnya, lanjut Umbara, keberhasilan pe­merintahan tidak diukur dari ada tidaknya sekda de­finitif. Terbukti, meski dengan Pj Sekda, selama 2 bulan 4 hari dirinya memimpin KBB beberapa program 100 hari kerja yang dirancangnya telah berhasil dilakukan.

Begitu juga rencana program kerja di 2019 sudah dirancang agar pembangunan di KBB bisa berkelanjutan. Dia me­minta semua pihak untuk bersabar karena pada waktu­nya sekda definitif ini akan diumumkan.

“Menunggu waktu yang te­pat untuk mengumumkan sekda defenitif. Tunggu saja karena saya ingin ke depan Bandung Barat ini dibantu oleh sekda yang bisa mem­bawa lebih maju dengan jar­gon lumpat,” tandasnya. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button
Close