Ragam Terkini

Miris, Ada Ribuan Guru Paud di KBB tak Terima Gaji

 

ft istimewa
Kegiatan sosialisasi jender bagi guru Paud di KBB Hotel Bumi Makmur Lembang, Kamis (13/12/2018).

LEMBANG–Sangat miris nasib 3000 guru Pendidikan Usia Dini (Paud) di KBB. Selain gaji kecil, mereka juga sukarela tidak terima gaji. Mereka biasa menerima gaji Rp 50 ribu-Rp 200 ribu perbulannya.

Padahal beban kerja sangat berat. Dari pukul 7.00 hingga pukul 11.00. Belum lagi para guru harus membersihkan ruangan dan beres-beres sekolah.

Bantuan insensif dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat hanya 15 persen yang dapat dari 3000 guru Paud di KBB.

“Perjuangan kami adalah insentif bagi guru Paud bisa meningkat dari Rp 500 ribu/tahun bisa meningkat Rp 2,4 juta/tahunnya,” ujar Ketua Himpaudi KBB,
Rinrin Noorfaidah disela acara sosialisasi jender di Hotel Bumi Makmur Lembang, Kamis (13/12/2018).

Para guru Paud di KBB saat ini juga tengah mengejar akreditasi sebagai salah satu syarat pendirian Paud. Tentunya ada delapan syarat yang mesti dipenuhi yakni tingkat pencapaian anak, standarisasi proses sarana prasarana, tenaga pendidikan dan kependidikan, pembiayaan, dan penilian. “Di KBB sendiri ada 1.200 kelompok bermain dan akredatisi sangat penting minimal mereka tidak mengajar di bawah pohon, tidak abal-abal,” tandas Rinrin.

Kegiatan itu dihadiri Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna bersama istri Bupati Bandung Barat, Ny Yuyun Yuningsih Umbara, juga Kepala DP2KB KBB, Asep Wahyu FS dengan kurang lebih 860 peserta dari 700 undangan yang disebar. (***)

 

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close