Ragam Terkini

Mogok Sekolah, Bocah SD Ini Tiap Bernafas Berbunyi, Pritttt

 

Asep Yaya

SAGULING— Masih pucat wajah bocah SD kelas V Desa Giri Mukti, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini. Nafasnya terasa berat, sesekali berbunyi pluit tak begitu nyaring.

Sore, Minggu (16/12/2018), Asep Yaya, 11, warga Kampung Cimalang, Desa Girimukti nama bocah itu, bermain dengan teman-temannya.

Sebuah pluit dimainkan Yaya. Begitu riang bocah ini bermain pluit. Tanpa disengaja, seorang temannya bersandar pada punggung Yaya. Spontan pluit itu tertelannya.

Panik saat itu korban, bersama teman-temannya langsung melapor kepada orangtuanya lalu dibawa ke Puskesmas Kecamatan Saguling.

Berhubung kurangnya peralatan medis di Puskesmas Saguling, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Cahya Kawaluyaan Kota Baru Parahyangan Padalarang.

Didampingi orangtua dan salah satu tokoh pemuda di wilayah Desa Girimukti, korban dibawa ke Rumah Sakit Cahya Kawaluyaan (RSCK).

Hasil pemeriksa tim medis RSCK, memang betul ada sebuah pluit di paru-paru korban. Alat medis di RSCK pun tidak menunjang untuk dilakukan tindakan, akhirnya di rujuk kembali Ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Kota Bandung.

Berhubung keterbatasan biaya dari orangtua korban yang hanya seorang oencari ikan di sekitaran Danau Saguling, Bandi, 40 ayah korban hanya bisa pasrah dengan keadaan anaknya. “Anak saya akhir-akhir ini tidak mau ke sekolah karena minder sama teman-temannya, karena ketika bernafas auara pluit tersebut berbunyi,” kata Bandi.

Bandi hanya bisa berharap, Pemkab Bandung Barat melalui dinas Kesehatan bisa membantu untuk kesembuhan anaknya tersebut. “Saya tidak punya biaya untuk operasi anak saya, ya mudah-mudahan saja ada yang membantu,” tandasnya. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close