Ragam Terkini

Nunggak Pajak Rp 1,9 Miliar, Grand Hotel Lembang Terancam Disegel


ist
Petugas memasangi spanduk di depan Grand Hotel Lembang yang menunggak pajak daerah.

LEMBANG – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memberikan peringatan keras terhadap pengusaha hotel di KBB. Grand Hotel Lembang diberi peringatan keras lantaran menunggak pajak sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan  Pemerintah Kab. Bandung Barat akan menyegel dan menghentikan operasional Grand Hotel Lembang jika dalam tenggang waktu yang telah ditentukan tidak ada itikad baik dari pihak management untuk melunasinya.

Tak tanggung-tanggung, tunggakan pajak Grand Hotel Lembang mencapai Rp 1,9 miliar yang tidak disetorkan sejak 2015 silam.

“Kami sudah memberikan teguran tertulis, mulai dari teguran pertama, kedua dan ketiga, namun tidak pernah digubris. Oleh karena itu, kami langsung memberikan peringatan berupa pemasangan baligo yang bertuliskan bahwa wajib pajak tersebut menunggak pajak daerah,” ujar Kepala Bidang Pendapatan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kab. Bandung Barat, Hasanudin di Lembang, Jumat (11/1/2019) pagi.

 

Menurut Hasan, sangat memungkinkan pemda melakukan penyegelan dan penghentian operasional Grand Hotel Lembang jika hingga tujuh hari ke depan tidak ada itikad baik untuk membayarkan tunggakan pajak tersebut.

 

Bahkan, per hari Jumat ini Hasan mengatakan,  pihaknya akan menyetorkan nama-nama hotel mana saja yang masih memiliki tunggakan pajak untuk ditindak lanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

 

“Karena menunggak pajak tanpa ada itikad baik untuk menyelesaikannya sudah termasuk tindakan kriminal,” ujarnya.

 

Untuk tahun ini, Pemerintah Kab. Bandung Barat menargetkan capaian pajak hotel sebesar Rp 24 miliar.

 

Untuk mencapai target tersebut, BPKD terus mensosialisasikan permasalahan pajak ini kepada para pengusaha hotel melalui berbagai media, termasuk dalam bentuk surat edaran tertulis.

 

“Tingkat kesadaran para pengelola hotel baru mencapai 75 persen dalam membayar pajak. Karena pada kenyataannya masih ada pengusaha yang tidak terbuka dalam melaporkan nilai setiap transaksi yang dilakukan,” pungkasnya. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close