Ragam Terkini

Rehab SD Pakai Dana ‘Siluman’, Disdik Kaget Banget

foto istimewa
Puing-puing bangunan SD Cimerang dan Ciampel tampak berserakan pascapembongkaran. Diduga pembangunan menggunakan dana siluman.

PADALARANG- Ruang kelas di SD Cimerang 1, 2, 3, dan SD Ciampel 1, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpaksa dibongkar.

Bukan tanpa alasan. Pembongkaran sejumlah ruang kelas yang masih cukup layak diduga pihak sekolah dijanjikan bantuan anggaran pembangunan ulang dari pihak tertentu yang identitasnya sumir.

Pihak Dinas Pendidikan KBB maupun UPT Dinas Pendidikan, Kecamatan Padalarang tercengang. Tidak tahu dari mana anggaran untuk 10 pembangunan ruang kelas tersebut sumbernya.  

Dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) Disdik KBB dan dana alokasi khusus (DAK) 2019 tidak ada alokasi rehabilitasi bangunan di empat SD yang berada dalam satu kawasan tersebut. 

Pantauan redaksi Sabtu (19/1/2019) di lokasi, tampak puing-puing bangunan yang dibongkar sejak 27 Desember 2018 itu tampak masih berserakan. Kondisi ini membuat sekolah menjadi kumuh dan aktivitas belajar siswa menjadi terganggu. 

Bahkan karena tidak ada ruangan, kegiatan belajar mengajar siswa jadi dibuat dua shift dan jam pelajaran pun dikurangi sehingga siswa harus belajar di rumah.

Kepala SD Cimerang 1 tak bisa dikonfirmasi karena sedang tidak ada di sekolah. Sementara salah seorang guru mengaku, lantaran beberapa kelas dibongkar, maka sebagian siswa terpaksa masuk siang. 

Ditanya siapa yang membiayai pembangunan 10 ruang kelas tersebut, dia tidak tahu. “Ya pengennya sekolah jadi bagus aja. Kalau kegiatan belajar mah tidak terlalu keganggu. Hanya memang, untuk jam pelajarannya berkurang dari kondisi normal,” ujar guru yang enggan disebutkan namanya itu.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan (Disdik) Kecamatan Padalarang Asep Bagus mengaku, tidak tahu pembangunan 10 ruang kelas di empat SD itu. Pihaknya sempat mengecek ke pemda, kadisdik, dan ke kasi sarana, tidak ada alokasi anggaran untuk rehab ruang kelas di SD Cimerang dan Ciampel pada 2019. 

“Kami tidak tahu siapa yang membongkar dan membangun 10 ruang kelas di sekolah itu. Kami juga tidak tahu anggarannya dari mana. Sempat saya tanyakan ke kepala sekolah, dia minta doanya saja. Yang jelas saya minta bangunan yang asalnya bagus kembali bagus, karena kalau sudah dibongkar terus tidak dibangun, kami pasti marah karena dampaknya kepada proses belajar siswa,” tandas Asep. (***)



Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button
Close