Ragam Terkini

Ma’ruf Amin Bilang Indonesia Akan Punya Pemimpin dari Tanah Sunda

Cawapres 01 Prof Dr KH Ma’ruf Amin menghadiri deklarasi dukungan dan pelantikan para pengurus cabang kab/kota Arus Baru Indonesia (ARBI) se-Jawa Barat di pelataran Musa’adatul Ummah Al Masoem, Desa Bojongloa, Kec Rancaekek, Kab Bandung, Minggu (20/1/19).

RANCAEKEK – Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Prof KH Ma’ruf Amin mengatakan, sebentar lagi Indonesia akan kembali memiliki pemimpin yang berasal dari Tanah Sunda.

Ma’ruf mengisahkan, pada tahun 1983-1988, Wakil Presiden Indonesia, Umar Wirahadikusumah, merupakan wakil presiden pertama dari tanah Sunda yang lahir di Sumedang, Jawa Barat.

Setelah Umar Wirahadikusumah, kata Ma’ruf, tak lama lagi akan muncul urang Sunda memimpin Negara Republik Indonesia, tapi dengan latar belakang berbeda.

“Pak Umar dari TNI sebagai jenderal, mudah-mudahan sekarang dari ulama,” kata Amin saat berpidato di acara pelantikan 27 cabang kota/kabupaten ARBI Jawa Barat di pelataran Masjid Aisyah Al Masoem, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung baru-baru ini.

Ma’ruf bilang ada peribahasa kalau urang Sunda itu dibilang “asa aya, tapi teu aya”, asa teu aya tapi aya. “Sekarang harus menyatakan bahwa orang Sunda akan terus berperan,” tandas kyai kelahiran Tangerang, Banten, 11 Maret 1943 ini.

Secara silsilah, Ma’ruf adalah cicit Syekh Nawawi Al Bantani yang kondang sebagai imam Masjidil Haram. Kyai Ma’ruf adalah pendiri Pondok Pesantren An Nawawi Tanara Banten. Di hadapan hadirin, Ma’ruf mengaku berdarah sunda, sehingga dianggap mewakili orang sunda termasuk Jawa Barat.

“Insya Allah, warga Jawa Barat semua ‘ngahiji’ di nomor hiji. Saya bangga Pak Jokowi memilih partnernya bukan dari politisi, tapi memilih dari kalangan kyai dan santri. Mudah-mudahan kalau ada kyai jadi wakil presiden, ke depannya ada juga kyai yang jadi presiden dan siapa tahu kyainya dari Bandung,” ucap Ma’ruf.

Mantan Ketua Umum MUI ini menyatakan, Jokowi bukan sekedar didukung ulama, tapi menggandeng ulama. “Ada yang bilang ulama itu kehilangan keulamanaanya kalau dia menyatu dengan kekuasan. Iya kalau penguasanya dzalim. Tapi kalau penguasanya adil, seperti kata hadits, maka penguasa itu adalah bayangan Allah di muka bumi,” kata Ma’ruf.***

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close