Ragam Terkini

Oknum Guru Narkoba Itu Coreng Nama Disdik KBB

FOTO ILUSTRASI

NGAMPARAH–Kepala Bidang SD pada Disdik Kabupaten Bandung Barat, Jalaludin menyayangkan adanya oknum guru yang terlibat pada narkoba. Seharusnya sebagai guru memberikan contoh yang baik kepada muridnya. “Tentu sangat disesalkan, kami juga dari dinas mendukung penuh pada proses penegakan hukum yang saat ini ditangani kepolisian. Agar ke depan tidak terulang kasus yang sama, kami akan meminta BNN secara rutin melakukan tes urine bagi guru,” kata Jalaludin ditemui di Ngamprah, Selasa (12/2).

Menurut dia, oknum guru yang terlibat kasus narkoba tersebut, pada tahun 2015 pernah juga ditangkap. Setelah keluar pada tahun 2017 lalu, yang bersangkutan tidak lagi mengajar di sekolah. “Semenjak ditangkap 2015, guru tersebut sudah tidak mengajar lagi. Guru tersebut awalnya mengajar di SD Padalarang dan pindah ke Batujajar. Ternyata sekarang tertangkap lagi, ini jelas mencoreng nama dunia pendidikan khususnya di Bandung Barat,” ungkapnya seraya menyebutkan NY posisinya saat ini sudah tidak tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang ada di Kemendikbud.

Diakuinya, memang Dinas Pendidikan tidak bisa sepenuhnya mengawasi apa yang dilakukan guru di luar sana. Namun, pihaknya tetap melakukan pembinaan ke setiap sekolah agar menjaga kedisiplinan sebagai seorang guru. “Kalau pembinaan kita sering lakukan bagaimana guru harus memberikan contoh baik bagi muridnya. Untuk sekarang guru SD berstatus PNS di Bandung Barat mencapai tiga ribuan orang,” terangnya.

Sebelumnya, BNN Kabupaten Bandung Barat akan mengintensifkan tes urine dan operasi tangkap tangan (OTT) di berbagai sektor mulai dari setiap SKPD, kantor kecamatan, desa hingga di lingkungan sekolah. Hal itu dilakukan menyusul tertangkapnya satu orang perempuan berinisial NY alias Bunda, 53, pasca diciduk polisi.

Kepala BNN Kabupaten Bandung Barat, Sam Norati Martiana menyesalkan, tertangkapnya seorang PNS apalagi berprofesi sebagai guru karena kasus narkoba. Padahal, jajarannya sudah melakukan pencegahan melalui program
Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) serta tes urine. “Kasus tersebut (guru yang ditangkap) membuktikan jika narkoba masih ada di sekitar kita. Tidak menutup kemungkinan banyak juga di lingkungan Pemkab. Kami akan meningkatkan pencegahan dan operasi di lapangan,” tegas Sam. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close