Kota BandungRagam TerkiniTeknologi

Bandung Bebas Macet, Tol Dalam Kota Dibangun

 

foto ilustrasi

BANDUNG— Kemacetan Kota Bandung segera teratasi. Rencananya, pemerintah akan membangun tol dalam kota dalam dua tahap.

Rencananya, tahap pertama akan dibangun sepanjang 22 kilo meter dalam waktu dekat ini.

Pengerjaan pembangunan tol dalam kota di Bandung dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama akan dibangun sepanjang 22 kilometer yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

tahap pertama akan dibangun dari Tol Pasteur sampai Arcamanik. Selain itu juga menuntaskan trase Gedebage, dari Tol Cileunyi interchange Km 149 sampai ke simpang Gedebage.

Sementara tahap berikutnya menyambung dari Arcamanik menuju wilayah Ujungberung. Kemudian disambung ke persimpangan Gedebage.

“Target tahap pertama dari Pasteur sampai Arcamanik dan KM 149 sampai simpang Gedebage, target selesai 2021. Tahap 2 dari Arcamanik sampai Ujungberung ke simpang Gedebage itu beres 2023,” kata Tim Investasi PT Wika Jajat Sudrajat, Senin (11/3/2019).

Perlu diketahui, percepatan pembangunan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) atau tol dalam kota ini, direncanakan terintegrasi menembus ke jalur Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisundawu). Nantinya akan terhubung ke Tol Cisundawu.

“Selanjutnya dari Ujungberung sampai Cisundawu selesai tahun 2025. Terkoneksi dengan Cisundawu nanti ada di belakang IPDN. Tidak lewat Cileunyi karena terlalu padat. Sesudah Cibiru, keluar dari jalan nasional,” jelasnya.

Jajat berharap dengan adanya dukungan penuh dari Pemkot Bandung proses pembebasan lahan bisa segera tuntas. Pasalnya, ada lahan milik non pemerintah yang akan terpakai sekitar 5-10 meter.

Dalam pembangunan percepatan tol dalam kota, Pemerintah Kota Bandung sangat mendukung rencana tersebut. Hal itu diungkapkan Wali Kota Bandung Oded M Danial di Balai Kota Bandung.

“Adapun kami hanya kolaborasi kebijakan saja. Perizinan yang terkait pembangunan di Bandung, kami yang siapkan. Karena urusan pembebasan lahan dan sebagainya oleh konsorsium,” ucap Oded.
Namun seluruh pendanaan pembangunan BIUTR bersumber dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat, dan pihak swasta yakni PT Wijaya Karya (Wika), PT Marga Utama Nusantara (MUN), dan PT Summarecon Agung (SMRA) yang tergabung dalam satu konsorsium. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close