CipongkorPemerintahanRagam Terkini

Hatur Nuhun Pak.. Hatur nuhun..!

Kisah Ngariksa Lembur Bupati Bandung Barat Bertemu Ma Ikah Warga yang Rumahnya Nyarik Ambruk di Cipongkor


foto istimewa
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna saat melihat kondisi rumah milik Ikah Warga Baranangsiang Kecamatan Cipongkor dalam program Ngariksa Lembur.

CIPONGKOR–Tak kenal lelah, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna untuk menyapa warganya di daerah.

Perkampungan demi perkampungan, dia singgahi dalam program “Ngariksa Lembur”. Bukan untuk pencitraan bupati temui warga yang memang perlu bantuan.

Namun, ini lah janjinya dalam kampanye dulu untuk bisa membantu masyarakat kecil dengan program bedah rumah.

Sore itu, Umbara bersama tim tiba di rumah Ma Ikah di Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor KBB.

Raut wajah bupati tampak beda. Merasakan keprihatinan janda tua dua anak ini tinggal di rumah yang tidak layak huni. Terbuat dari anyaman bambu (bilik) yang sudah dimakan usia, Ma Ikah kini tinggal sendiri. Hanya mengandalkan dari buruh tani, Ma Ikah mencari nafkah untuk bertahan hidup.

Ruangan demi ruangan, bupati yang mengenakan koko putih berpeci hitam melihat tiap sudut ruangan. Matanya tertuju pada sebuah dapur sederhana, alat untuk memasak masih menggunakan tunggku dengan bahan bakar kayu. “Kade pak geubis tos arawon kaina (Hati-hati pak kayunanya sudah rapuh, red), kata Ma Ikah memperingati bupati.

Sekan tek mengubris, bupati terus saja berjalan ke dapur semberi bertanya “Masak naon ma ayena, (Masak apa sekarang ma, red),” tanya politisi Nasdem ini. Spontak Ma Ikah menjawab, “Saaya aya weh pak maklum di kampung, (apa adanya aja pak maklum di kampung, red),” tuturnya.

Bupati yang datang bersama Kawarcab Pramuka Bandung Barat, Aseng Djunaedi langsung gotong royong bersama anggota pramuka untuk membersihkan rumah Ma Ikah. “Insya Allah dalm waktu dua minggu Ma Ikah bisa menempati rumah yang layak huni,” kata Umbara.

Mak Ikah pun sujud syukur seakan tidak percaya rumahnya akan dibedah. Air matanya membasih pipihnya yang sudah mengeriput sambil mengucapkan terima kasih kepada bupati. “Hatur nuhun pak.. hatur nuhu (terima kasih pak terima kasih, red),” katanya dengan berurai air mata.

Sambil proses bedah rumah, Ma Ikah untuk sementara waktu tinggal di rumah RW setempat. Tak lupa, bupati mengingatkan juga, kepada perangkat desa dan kecamatan untuk selalu turun ke masyarakat melihat langsung kondisi daerahnya. “Pak camat dan pak kades saya minta untuk mengawasi proses bedah rumah Ma Ikah,” katanya.

Tak lupa, Bupati mengajak kepada masyarakat yang di lapangankan rezekinya untuk membantu masyarakat yang tidak mampu khsususnya di Bandung Barat melalui program bedah rumah Ngariksa Lembur Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. (adv)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button
Close