Ragam Terkini

PULUHAN nomor telepon milik sejumlah janda muda di Garut bocor ke publik. Saat ini Pengadilan Kelas 1A Garut, Jawa Barat, tengah menyelidiki kasus tersebut.

Juru Bicara Pengadilan Agama Garut Muhammad Dihyah Wahid mengatakan, bocornya puluhan nomor janda tersebut cukup mengagetkan lembaganya.

“Kalau dari kami jangankan menyebarkan nomor hp para pihak (janda), sekalipun minta tidak boleh, apalagi mempublikasikan nama para pihak, tidak bisa,” seperti dikutip dari liputan6.com, Senin (25/3/2019).

Menurutnya, penyebaran nomor para janda tersebut diduga dilakukan pihak tidak bertanggung jawab.

“Kalau soal dari mananya kami tidak tahu, apakah mereka dapat dari orang lain terus dikumpulin atau bagaimana, kami lagi selidiki,” kata dia.

Dia menegaskan, informasi beredar yang menyebut bahwa nomor janda tersebut justru berasal dari pihaknya adalah kabar yang tidak didasari bukti kuat.

“Sudah ngurusin berkas saja yang sekian banyak repot, apalagi nyebarin nomor begituan,” tegasnya.

Untuk itu, ia meminta agar nomor-nomor tersebut tidak disebarluaskan. Pihaknya juga tengah mengkaji kasus menyebarnya nomor telepon janda itu layak dibawa ke ranah hukum.

Sebelumnya sebanyak 33 nomor janda muda berusia antara 19-33 tahun, yang diduga berasal dari Pengadilan Agama, beredar luas lewat pesan berantai WhatsApp dan media sosial di Garut.

Saat dikonfirmasi mayoritas nomor tersebut masih aktif, bahkan beberapa diantaranya berhasil dikonfirmasi. Pemilik nomor bahkan menyebutkan status janda yang tengah mereka sandang . (RB)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close