CipatatPariwisataRagam Terkini

Ormas Paku Padjajaran KBB Bermetamorfosis

*Kembangakan Organisasi dengan Menggaet Generasi Milenial

CIPATAT— Paku Padjajaran terus memperkuat barisan. Pelantikan 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di KBB terus bergulir. Giliran PAC Cipatat KBB dilantik untuk periode 2019-2021. Rencananya puncak Milangkala Paku Padjajaran ke-7 akan dilaksanakan setelah Pilpres 17 April tepatnya pada 22 April mendatang dengan pagaleran wayang golek.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) KBB, Bemi Mulyana mengatakan, filosofi Paku Padjajaran Silih Asih, Silih Asuh, Silih Asah, Silih Wangiken sebagai simbol memperkuat persaudaran antara anggota juga antarorganisasi. “Organisasi bisa besar karena kita memliki seni dan budaya, lewat filosofi organisasi juga kita mengutamakan persaudaraan,” katanya dalam sambutan dipekantikan PAC Cipatat, Minggu (31/3/2019).

Organisasi yang lebih mengedepankan seni dan budaya Sundaya ini, tak heran kerap menampilkan kesenian budaya Sunda dalam setiap kegiatan. Salah satunya adalah kesenian Karinding dalam acara pelantian PAC Cipatat. “Lewat seni dan budaya sunda ini kita jadikan simbol persaudaraan di Jawa Barat. Makanya, saya menekankan kepada anggota dalam beroganisasi harus mempunyai nilai plus di masyarakat dengan gerakan sosial membuktikan stigma buruk masyarakat jangan jadi preman berseragam,” katanya.

Bemi yakin, mengedepankan seni dan budaya bagian dari melestarikan kebudayaan yang ada di Jawa Barat untuk memperat Ukuwah Islamiyah.

Sementara itu, Ketua Penasehat Paku Padjajaran Cipatat, U Supandi sempat menyinggung generasi melenial yang cenderung lebih suka seni modern berkiblat ke dunia barat. Namun itu tentunya, kesenian lokal jangan sampai tergerus oleh perkembangan zaman. “Jalan satu-satunya memang kesenian tradisional harus bisa berkolaborasi dengan kesenian modern dan itu untuk menjawab tantangan zaman,” tuturnya.

Kendati begitu, tak salah sebagai generasi mililenial untuk ‘ngamumule’ menghidupkan kesenian tradisional agar tidak punah ke depannya. “Kesenian tradisional harus dikembangkan agar tidak kalah dengan kesenian modern,” tegasnya.

Dirinya ingin mengembangkan kesenian di daerah, ke depan berharap Cipatat mempunyai gedung kesenian sebagai wadah menampung para seniman di KBB.

Sedangan aturah AD RT Paku Padjajaran, tidak akan menerima eks ormas lain tanpa disertai surat pengunduran diri dan izin ketua organisasinya yang lama. Paku Padjajaran saat ini lebih bermetamorfosis menggaet kaum milenial. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close