Bandung BaratNgamprahPariwisataPemerintahan

Konsep Pembangunan Pasar Tagog Padalarang Tiru Pasar Sindu di Bali

NGAMPARAH– Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat (KBB) nampaknya bakal menerapkan rencana pembangunan Pasar Tagog Padalarang seperti Pasar Tradisional Sindu Sanur di Kota Denpasar Bali.

Menerapkan konsep itu, Disperindag KBB melakukan studi komparatif ke Pasar Tradisional Sindu Sanur di Kota Denpasar Bali baru-baru ini. Kunjungan tersebut sekaligus untuk menerapkan konsep bangunan serta pengelolaan manajemen pasar terhadap rencana pembangunan Pasar Tagog Padalarang yang akan segera dibangun dalam waktu dekat.

“Kami sudah melakukan studi komparatif ke Bali tepatnya ke Pasar Sindu Sanur, ini buat perbandingan juga karena dalam waktu dekat akan dibangun Pasar Tagog Padalarang. Umumnya pasar di Bandung Barat bisa menerapkan konsep yang ada di pasar tersebut,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat, Maman Sulaeman, Selasa (2/4/2019).

Alasan memilih Pasar Sindu Sanur Bali, kata Maman, lantaran menjadi salah satu pasar di Indonesia berpredikat Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan. “Pasar Sindu Sanur ini meraih SNI sehingga menjadi acuan kami apa saja yang harus dibenahi. Karena sebelumnya kami juga berharap Pasar Panorama Lembang bisa meraih SNI juga, tapi ternyata gagal,” kata Maman.

Alasan memilih Pasar Sindu Sanur Bali, kata Maman, lantaran menjadi salah satu pasar di Indonesia berpredikat Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan. “Pasar Sindu Sanur ini meraih SNI sehingga menjadi acuan kami apa saja yang harus dibenahi. Karena sebelumnya kami juga berharap Pasar Panorama Lembang bisa meraih SNI juga, tapi ternyata gagal,” kata Maman.

Pelajaran yang bisa diambil dalam kunjungannya ke Pasar Sindu Sanur tersebut, ujar dia, bisa menerapkan konsep bangunan, pengelolaan manajemen pasar, menerapkan kebersihan lingkungan serta menerapkan kualitas bahan bangunan. “Di Pasar Sindu itu kualitas bangunan baik spek dan volumenya terjamin bagus. Lalu juga soal kebersihan sangat terjaga termasuk soal pengelolaan manajemen pasar. Bahkan, pengelolaan limbah juga tertata dengan baik tanpa mencemari masyarakat di sana. Itu yang harus dicontoh oleh kita untuk diterapkan di Bandung Barat,” katanya.

Menurut Maman, Pasar Tagog Padalarang ini berada di perkotaan yang harus mencerminkan pasar yang nyaman, aman, indah serta terbebas dari kemacetan. “Lokasinya kan di pusat kota sehingga jangan sampai hadirnya pasar justru menambah kemacetan. Makanya di Pasar Tagog tidak akan ada terminal lagi karena dipindahkan ke Pasar Curug Agung. Nanti konsepnya ada semacam jalur lintasan ke dalam sehingga kendaraan tidak lagi menunggu di badan jalan,” terangnya.

Maman menambahkan, sesuai dengan harapan para pedagang pasar, pembangunan akan dilakukan setelah lebaran. Saat ini pihaknya akan fokus terhadap proses lelang melalui panitia khusus lelang karena ini sifatnya investasi yang harus diikuti perusahaan profesional serta kredibilitasnya terjamin. “Sampai sekarang sudah ada lima investor yang sudah siap dan diperkirakan pembangunan membutuhkan hingga Rp 80 miliar. Nanti keputusan pemenang ada di panitia lelang bukan kami (Disperindag). Karena ini kan kerja sama investasi atau sistem kerja sama bangun guna serah (BGS) yang langsung ditangani oleh panitia khusus lelang. Waktu kerja sama bisa hingga 15 tahun, baru diserahkan bangunannya ke pemkab seperti Pasar Lembang,” tandasnya.  (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button
Close