PemerintahanRagam Terkini

Ajukan ke Pusat, Butuh Dana Rp 178 Miliar Revitalisasi Enam Pasar di KBB

NGAMPARAH– Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) merevitalisasi enam pasar tradisional dengan mengajukan dana ke pusat hingga Rp 178 miliar.

Selain ke pusat sebagian ajuan revitakisaei ke provinsi tidak mengandalkan dana APBD KBB yang terbatas. Bahkan tahun ini, DED (Detail Engineering Design) atau perencanaan fisik sudah disiapkan. “Sehingga tahun depan pembangunan sudah dimulai,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat, Maman Sulaeman, Rabu (10/4/2019).

Maman menyebutkan keenam pasar tersebut mulai dari Kecamatan Cikalongwetan, Cipendeuy, Cisarua, Sindangkerta, Gununghalu hingga Rongga. Pasar yang akan dibangun memiliki konsep semi modern dilengkapi dengan aneka kuliner. Pembangunan pasar tersebut tak lepas dari hasil kunjungan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dalam program “Ngariksa Lembur” di setiap kecamatan.

Menurut Maman, sesuai arahan dari Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, bahwa melakukan revitalisasi sejumlah pasar ini bertujuan untuk menciptakan estetika kota yang lebih bersih dan tidak kumuh. Dia mencontohkan, pasar yang berada di Cikalongwetan itu harus menjadi etalase Bandung Barat lantaran akan berdiri Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang bakal ramai dikunjungi dari berbagai daerah. “Di Cikalongwetan ada Kereta Cepat, masa pasarnya tidak indah dan bersih makanya harus dibenahi,” ungkapnya.

Sementara, kata Maman, tahun ini Disperindag juga mendapatkan Tugas Pembantuan (TP) dari pusat atau bantuan anggaran untuk pembangunan Pasar Citalem di Kecamatan Cipongkor sebesar Rp 4 miliar. “Untuk pasar Citalem ini harus bisa terealisasi di tahun ini. Petugas kami juga sudah melakukan pengukuran lokasi di lapangan serta meninjau lokasi pembangunan,” kata dia seraya menyebutkan tahun lalu juga pasar di Rajamandala Cipatat dan Ciptagumati di Cikalongwetan mendapat TP dengan masing-masing Rp 6 miliar, namun tak terealisasi dibangun lantaran terganjal persoalan lahan.

Selain bantuan untuk pasar, kata dia, tahun ini pihaknya juga mendapatkan bantuan dari pusat sebesar Rp 1,5 miliar untuk satu mobil operasional UPT Metrologi Legal yang bertujuan untuk pelayanan Tera atau Tera ulang bagi para pelaku usaha yang menggunakan alat ukur atau alat takar seperti timbangan, meteran atau alat ukur lainnya. “Satu mobil operasional metrologi ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas alat lengkap dan canggih untuk layanan tera,” tandasnya. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close