PadalarangPolitikRagam Terkini

Pemilu di KBB Bisa Keos, Panwascam Sindangkerta ‘Ngabring’ Ancam Mundur, Ada Apa?

PADALARANG– Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat (KBB) ancam ‘ngabring’ mundur. Siapa saja?

Dari mulai staf Panwascam Sindangkerta, Kepala Sekretariatan Panwascam KBB beserta staf enam orang. Selain itu, Pengawas Kelurahan Desa (PKD) sebanyak tujuh orang mundur dari 11 PKD, juga kabar pengawas pemungutan suara dar 11 desa di Kecamatan Sindangkerta yang jumlahnya bisa mencapai 150- 200 orang.

Pernyataan ancaman mundur disertakan dalam surat pernyataan yang dibubuhi tanda tangan di atas materai 6000.

“Kami mundur karena perbuatan sewenang-wenang dari komisioner bawslu yang telah memberhentikan Ketua Panwaslu Sindangkerta secara terburu-buru tanpa ada surat peringatan terlebih dahulu,” ujar
Acep Yuyu Wahyudin, 35, Staf Pelaksana Panwascam Sindangkerta kepada wartawan di Padalarang, Rabu (10/4/2019).

Samunang, 54, Staf Pendukung Panwascam Sindangkerta juga ikut mundur dengan alasan yang sama. Selain itu, perwakilan Pengawas Kelurahan Desa, Teteng BA, 38, juga Nining Hasanah, 37, pengawas TPS ikut menyatakan mundur.

“Jika tuntutan kami untuk meninjau kembali pemberhentian ketua panwascam tidak dipenuhi, ya jumlah pastinya nanti saja dibuktikan pada hari pelaksanaan pemungutan suara (17 April 2019) berapa yang mundur,” timpal Samunang.

Ketua Panwascam Sindangkerta, Iman Firmansyah diberhentikan Bawslu KBB melalui rapat pleno pengambilan keputusan perkara kode etik nomor : 001/TM/APKE/BWS KAB. Bandung Barat/III/2019 tanggal 4 April 2019 yang ditanda tangani Ketua Bawaslu KBB Cecep Rahmat Nugraha pada 5 April 2019.

“Kalau memang saya melanggar tolong buktikan seperti apa. Katanya ada vidio dugaan penggiringan salah satu calon yang mana? Saya tidak pernah melihatnya,” sebutnya.

Iman menjabat sebagai Ketua Panwascam Sindangkarta terhitung pada Oktober 2017. Nah dua minggu ke belakang, tepatnya 29 Maret 2019, muncul undangan surat klarifikasi dari bawaslu KBB kepada Iman juga seluruh jajaran pengawas kecamatan atas dasar pelanggaran kode etik.

“Kami enggak apal klarifikasi apa awalnya dan kami datang sesuai surat panggilan,” sebut Iman.

Iman mengatakan, seluruh jajaran Panwascam Sindangkerta diintrogasi oleh komisioner bawslu dan staf, tentang adanya pertemuan guru honor di rumah salah satu ketua organisasi KBB di kawasan Ranca Samping Sindangkerta. “Katanya ada vidio saya mengarahkan salah seorang calon terus ada dugaan lagi calon pengawas TPS soal aliran dana dari caleg, saya gak apal caleg dari mana,” sebut Iman.

Iman mengatakan, tidak ada pertemuan antara guru honorer dengan salah satu caleg di rumah salah satu ketua organisasi.

“Caleg itu setahu saya datang ke rumahnya hanya untuk silaturahmi saja kebetulan saya ada,” aku Iman.

Masalah aliran dana dari caleg untuk calon pengawas TPS, Iman juga menyebutkan tidak ada. “Caleg siapa? Itu uang pribadi saya untuk tranport calon pengawas yang hadir dalam kegiatan,” ungkapnya.

Iman tidak terima dengan pemberhetian itu. Dirinya melalui kuasa hukum Nanang Fargan and fatner melaporkan pemberhentian tiba-tiba itu ke Bawslu Jabar. “Rencananya saya akan melapor ke Bawslu RI besok Kamis (11/4/2019) meminta penangguhan SK pemecatan. Ya kalau kami mundur semua, pemilu di KBB bisa keos dong,” tandasnya.

Dihubungi via wa, Ketua Bawaslu KBB, Cecep Rahmat Nugraha belum memberikan jawaban itu saat ditelepon. (***)

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close