NgamprahPemerintahanRagam Terkini

AU Sewot Jika Mobil Dinas Dipakai Mudik Lebaran

NGAMPARAH– Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (AU) nampaknya marah jika menemukan ada pejabat Pemkab Bandung Barat yang nekat mudik pakai mobil dinasnya apalagi mengganti plat merah menjadi hitam.

“Seluruh mobil dinas dilarang untuk dipakai mudik, itu hanya buat urusan kerjaan dinas tidak lebih. Jadi imbauan ini diminta untuk dipatuhi oleh seluruh pegawai di Pemkab Bandung Barat,” tegas Umbara.

Menurutnya, jika ada ASN KBB yang akan mudik ke luar kota atau luar pulau disa­rankan membawa kendaraan pribadi atau naik angkutan umum. Jika kendaraan dinas itu dipakai untuk silaturahmi masih di sekitar wilayah KBB, dirinya masih memperbole­hkan. Sebab, jika dipakai ke luar kota dan ada kerusakan atau hilang itu jadi tanggung jawab pemakai.

“Ya kalau bandel maksa (mo­bil dinas) dipakai mudik, ketika ada apa-apa silakan tanggung risikonya sendiri,” katanya.

Larangan penggunaan mobil dinas untuk mudik tersebut, kata Umbara, mengacu ke­pada surat edaran yang diter­bitkan oleh Komisi Pemberan­tasan Korupsi (KPK) Nomor B/3956 GTF.00.02/01-13/05/2019 tanggal 8 Mei 2019. Isinya adalah mengimbau agar pegawai negeri dan penyelen­ggara negara lainnya untuk tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apa pun terkait perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Dirinya menyambut baik surat edaran KPK sehingga menjadi pengingat kepada para pimpinan instansi khu­susnya di lingkungan Pemda KBB agar mematuhi imbauan tersebut. Diharapkan tidak ada ASN KBB yang melanggar aturan itu dan dirinya juga akan mengecek ke bawahan­nya di bagian perlengkapan, terkait mobil dinas yang ada di para pejabat supaya tidak keluar KBB.

“Harapan saya imbauan dari KPK ini dipatuhi. Kan malu juga kalau ketahuan di jalan, mobil pelat merah di­pakai mudik ke luar kota lagi. Pakai saja kendaraan pribadi atau umum kan lebih mudah,” pungkasnya. ***

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close