NgamprahPemerintahanRagam Terkini

Antisipasi Kecurangan, 10 SPBU di KBB Dilakukan Uji Tera

NGAMPARAH– Sebanyak 10 SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) yang ada di jalur mudik dilakukan uji tera. Itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan pelayanan kepada konsumen. Hal itu berdasarkan surat edaran dari Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangan Nomor 882/PKTN.4.4/SD/04/2019 dalam Rangka Meningkatkan Perlindungan Konsumen Atas Jaminan Kebenaran Hasil Pengukuran dalam Transaksi Perdagangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat, Maman Sulaeman mengungkapkan, uji tera ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecurangan dari pemilik SPBU terhadap konsumen yang potensinya cukup tinggi sepanjang mudik lebaran.

“Dasarnya dari surat edaran Direktorat Metrologi untuk melakukan uji tera ini yang sudah dimulai sejak 14 Mei lalu. Kegiatan ini untuk memastikan penggunaan pompa ukur BBM sesuai dengan ketentuan, kebenaran hasil pengukuran, penakaran dan penimbangan,” kata Maman di Ngamprah, Rabu (22/5/2019).

Maman menyebutkan, SPBU yang berada di jalur mudik tercatat berjumlah 10 SPBU. Mulai dari SPBU di Kota Baru Parahyangan Padalarang, SPBU di Citatah Cipatat, SPBU di Cililin, SPBU di Cikalongwetan, SPBU di jalur Kolonel Masturi Parongpong, SPBU di Panorama Lembang dan SPBU di Cibogo Lembang, sisanya SPBU di wilayah Ngamprah dan sekitarnya. “Sampai saat ini baru 7 SPBU yang sudah dilakukan uji tera. Sisanya tinggal di wilayah Ngamprah yang akan dilakukan uji tera selanjutnya,” ungkapnya.

Standar uji tera ini, kata dia, batas toleransinya atau biasa disebut batas kesalahan maksimum yang diizinkan yakni 0,5 persen atau 100 mililiter per 20 liter BBM jenis Pertamax. “Setelah kami cek di 7 SPBU yang telah dilakukan uji tera, semuanya sudah mengikuti standar yang berlaku. Artinya tidak ada kecurangan yang dilakukan pihak SPBU kepada konsumen. Karena kalau terbukti ada, jelas ini masuk pidana dan langsung dilakukan penyegelan,” terangnya.

Seperti diketahui, saat ini Kabupaten Bandung Barat secara resmi memiliki Operasional UPT Metrologi Legal. Kegiatan launching layanan tera tersebut langsung dihadiri oleh
Direktur Metrologi Kementerian Perdagangan, Rusmin Amin dan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, di Jalan Raya Pasir Halang, Cisarua, beberapa waktu lalu.

Umbara berharap dengan adanya operasional pelayanan uji tera ini bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Selain itu, para pedagang di Bandung Barat juga diharapkan dapat bersih dan adil dalam menakar dagangannya agar sesuai dengan ukuran dan takaran yang benar sebagai upaya dalam mewujudkan visi AKUR (Aspiratif, Kreatif, Unggul dan Religius). “Sehingga menjadikan Bandung Barat yang bersih,” pungkasnya. ***

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close