Bandung BaratNgamprahPemerintahan

Rancana Pemekaran Kecamatan Nyalindung Caplok 11 Desa

NGAMPARAH— Rencana pemekaran kecamatan baru di KBB yakni Kecamatan Nyalindung bakal mencaplok 11 desa dari enam kecamatan. Lantas desa mana saja? Sekda KBB, Asep Sodikin mengatakan, 11 desa tersebut ialah Sadangmekar (Kecamatan Cisarua), Cipada, Mandalasari, dan Mekarjaya (Cikalongwetan), Sirnajaya (Cipeundeuy) , Bojongkoneng (Ngamprah), Nyalindung, Cirawamekar, dan Sumurbandung (Cipatat), serta Campakamekar dan Tagogapu (Padalarang). 

“Target kami, tahun ini sudah dapat direalisasikan,” kata Asep kepada wartawan, Rabu (26/6/2019).

Wacana pemekaran Kecamatan Nyalindung sudah lama. Tentunya, berdasarkan kajian bakal dibentuk juga dua desa baru hasil pemekaran nanti.

” Dengan demikian, Kecamatan Nyalindung akan memiliki 13 desa. Kecamatan Nyalindung akan memiliki posisi yang strategis, karena berada di Jalan Raya Purwakarta,” sebut Asep.

Alasan pembentukan kecamatan baru kata Asep klasik. Selain aspek pendekatan pelayanan, pemberdayaan dan efektifitas pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan ekonomi. “Pembentukan Kecamatan Nyalindung terasa mendesak, karena desa-desa tersebut, terutama tiga desa di wilayah Cipatat, memiliki jarak ke kota atau kecamatan yang terlalu jauh. Jadi harus memutar. Malau tidak ke Cikalongwetan, pilihnya lewat Padalarang,” katanya.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda KBB Hendra Trismayadi mengatakan, kajian akademis untuk pembentukan kecamatan baru itu telah dilakukan. Rapat teknis persiapan pembentukan Kecamatan Nyalindung juga sudah digelar. 

“Salah satu yang dibahas terkait pembentukan kecamatan baru ialah menyangkut kebutuhan anggaran untuk fasilitas, koordinasi dan konsultasi, serta penyusunan naskah akademis dan rancangan peraturan daerah pembentukan Kecamatan Nyalindung,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD KBB, Sunarya Erawan mendorong agar kecamatan baru di KBB segera dibentuk. “Wacana itu sudah lama banget. Bukan saja zaman Pak Abubakar bupatinya namun ketika KBB masih tergabung dalam Kabupaten Bandung,” tuturnya.

Tentunya, sebut Apih—sapaan akrabnya, dengan pertimbangan pelayanan juga aspek infrastruktur. “Karena masyarakat harus memutar jauh untuk sampai ke kecamatan, makanya dewan mendorong untuk segera terbentuk kecamatan baru,” tandasnya. ****

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close