PadalarangPariwisataPendidikanRagam Terkini

Sosialisasi Human Trafficking, Pamriadi Keliling Enam Negara

PADALARANG— Ketua Yayasan Putera Nasional Indonesia, Pamriadi siap keliling lima negara untuk sosialisasi human trafficking.

Tujuannya adalah enam negara yang sangat banyak kasus terjadinya kasus Human Trafficking yakni Arab Saudi, Jordania, UEA, Hongkong, Malaysia dan Brunei

Menurut Pamriadi, bahwa human trafficking di Indonesia sudah sangat kronis masuk ke semua sendi-sendi level masyarakat bawah dengan modus yang sangat beragam dari mulai menikahi perempuan WNI dan iming iming bekerja di luar negeri dengan gaji besar.

Oleh karena itu, lanjut Pamriadi, Yayasan Putera Nasional Indonesia bekerja sama dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak RI akan melakukan sosialisasi secara masif di seluruh Indonesia. “Kami akan melakukan edukasi dan advokasi secara langsung terhadap masyarakat dan WNI yang bekerja sebagai TKI dan TKW di luar negeri,” katanya Kamis (11/7/2019).

Wakil Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Keri Lestari mengatakan, mayoritas korban perdagangan orang adalah individu yang lemah atau vulnerable.

“Trafficking terjadi jika ada pemindahan orang dengan ancaman. Makanya orang yang jadi korban ini adalah mereka yang vulnerable, karena bisa diancam,” ujar Keri di Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Menurut Keri, orang akan cenderung rentan menjadi korban perdagangan manusia jika terjerat kemiskinan dan sulit mendapat pekerjaan. Karena itu, mereka mudah diajak untuk pergi ke luar negeri dengan iming-iming mendapat pekerjaan dan pendapatan cukup.

Pendapat Keri mengenai hubungan perdagangan orang dengan perkembangan industri pariwisata diamini Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty. Dia menyebut ada bulan-bulan tertentu di mana praktik perdagangan orang tinggi di Indonesia karena diiringi dengan masif ya jumlah wisatawan asing yang datang.

“Indonesia jadi sumber tempat transit untuk human trafficking. Ada bulan-bulan tertentu kegiatan ini tinggi karena puncak pariwisata di Indonesia dan beberapa daerah menjadi sumbernya seperti Batam, DKI Jakarta, Bali,” ujar Sitti.

KPAI menyebut, para pelaku perdagangan orang umumnya adalah individu yang memiliki tingkat kesabaran tinggi. Tak jarang para pelaku perdagangan manusia mau menunggu berbulan-bulan hingga sukses melaksanakan niat jahatnya. ****

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close