NgamprahPemerintahanRagam Terkini

Menjadi Bupati KBB Pertama, Karier Politik Almarhum Bupati Abubakar Dimulai dari Sini

NGAMPARAH–Masih teringat dibenak Saya, ketika almarhum mantan Bupati Bandung Barat, Abubakar menapaki kariernya di dunia politik.

Tepat tahun 2008 silam, selepas dari pensiun Sekda Kabupaten Bandung, Abubakar mencoba memulai karier politiknya.

Kala itu, KBB yang baru saja memekarkan diri, menjadi daerah yang baru. Nah, di situlah lewat pilkada langsung, Abubakar maju menjadi peserta dipilkada.

Ada dua calon yang saat itu maju di kontestasi pilkada langsung. Yakni, H.Abubakar berpasangan dengan Ernawan Natasputra pensiunan pejabat dari Kota Bandung diusung oleh PDIP, PAN, PPP dan PKB Demokrat dengan sebutan SAE (Sauyunan Abu-Erna). Sementara pasangan Agus Yasmin-Haris Yuliana diusung Golkar dan PKS.

Singkat cerita, kontestasi pilkada langsung dimenangkan oleh pasangan Abubakar-Ernawan Natasaputra. Keduanya pun dilantik menjadi pasangan Bupati/Wakil Bupati KBB pertama 2008-2013.

Selama menjabat bupati, Abubakar mulai melakukan berbagai pembenahan di KBB. Dari mulai birokrasi, ekonomi, pendidikam, sosial dan budaya hingga berbagai pembangunan di KBB. Salah satunya adalah pembangunan gedung megah Komplek Perkantoran Pemda KBB.

Pada tahun 2013 Abubakar maju kembali di kontestasi pilkada yang berpasangan Yayat T Soemitra. Pesta Demokrasi itu, keduanya pun terpilih menjadi pasangan Bupati/Wakil Bupati KBB periode 2013-2018. Abukar pun dipercaya menjadi Ketua DPC PDIP KBB yang menjadi partai moncong putih itu terus berjaya.

Drs. H. Abubakar, M.Si (lahir di Cimahi, Jawa Barat , 9 Desember 1952; umur 66 tahun) adalah Bupati Kabupaten Bandung Barat pertama. Masa kecil dan pendidikan dasar hingga meraih gelar Magister ditempuh dengan suka cita di kota kelahirannya. Selepas menamatkan pendidikan di SMA Negeri 5 Bandung (1971) ia melanjutkan studinya di Universitas Langlangbuana Bandung dan memperoleh gelar sarjananya pada tahun 1990. Sedangkan gelar Magister Manajemen diraihnya dari UNIGA pada tahun 2000.

Kini, Abubakar telah tiada setelah melawan kanker darah setelah menjalani perawatan selama 25 hari di Rumah Sakit Borromeus Bandung. Namun jasa-jasanya untuk KBB tidak akan pernah mati, dan akan dikenang oleh seluruh masyarakat KBB. Selamat jalan Bapak, semoga amal Ibadah diterima Allah SWT termasuk dalam golongan orang-orang yang khusnul khotimah. Amin..!. ***

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close