EkonomiNgamprahRagam Terkini

Mantan Anggota DPR RI Ini Sebut Almarhum Bupati Abubakar Sebagai Bapak Pembangunan KBB

NGAMPARAH– Politisi Partai Berkarya, Ir. H Roestanto Wahidi, D. MM mempunyai kenangan tersendiri bersama mendiang almarhum mantan Bupati KBB, H. Abubakar. Kala itu, tahun 2013, Roestanto yang menjabat sebagai Anggota DPR RI komisi V dari Fraksi Demokrat selalu intens dengan program 1000 rutilahu (Rumah tidak layak huni). Maklum saja, Roestanto berangkat dari Jabar II daerah pemilihan (Dapil) KBB-Kabupaten Bandung.

Sebagai wakil rakyat, merupakan kewajiban dirinya untuk menyalurkan program rutilahu di KBB dan Kabupatrn Bandunh. “Yang membuat saya terenyuh, almarhum Pak Abubakar langsung menyabut ketika saya tawarkan program rutilahu tersebut,” kata Roestanto kepada redaksi, Senin (15/7/2019).

Berbekal data dari Pemda KBB juga tim survei yang dibentuknya, program rutilahu yang dibawanya dapat tersalurkan bagi masyarakat KBB. “Saya pribadi turut berduka cita atas meninggalnya Bapak H Abubakar sebagai bapak pembangunan KBB semoga almarhum khusnul khotimah,” tandas Roestanto.

Roestanto tidak hanya memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk mendapatkan program pemerintah khususnya di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat dengan mengenjot program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).


Namun juga program dari Kementerian Pekerjaan Umum yaitu Percepatan Pembangunan Infrakstruktur Perdesaan (PPIP) seperti perbaikan jalan, saluran air, jembatan. 

Roestanto memperjuangkan program pemerintah dari Kementerian Perumahan Rakyat yaitu Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), yakni dengan meninjau langsung dua desa yang telah mendapatkan program Rutilahu.

Roestanto pun keliling ke dua  wilayah seperti Desa Ketapang dan Desa Sangkanhurif di Kabupaten Bandung yang mendapatkan program Rutilahu juga beberapa desa di KBn

Dirinya harus benar-benar memastikan program tersebut sudah berjalan dengan baik atau tidak. Tentunya penerima program tersebut masyarakat yang benar-benar  membutuhkan diantaranya warga miskin yang rumahnya layak dibantu

Dirimya bersyukur keinginan masyarakat miskin mendapat rumah layak tinggal bisa terwujud. Paling tidak rumah yang tadinya tidak layak tapi setelah mendapatkan program dari pemerintah rumahnya dibeda akhirnya mereka bisa tinggal dirumah yang sesuai.

Program Rutilahu pada tahun 2012 sendiri tidak semua warga mendapatkannya dari yang diajukan sekitar berjumlah 240 tapi yang bari terealisasikan hanya 175 unit. ****


Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close