CipatatEkonomiRagam Terkini

Posyantek Rajamandala Kulon Ciptakan Mesin Produksi Pakan Puyuh

CIPATAT—Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mempunyai mimpi besar.

Yakni, menjadikan Desa Rajamandala Kulon sebagai pionir penggerak teknologi tepat guna di Jawa Barat.

Adalah Rosad Maali El Hadi, Ur., M.Pd. MT., IPU Pembina Posyantek Desa yang juga Dosen Universitas Telkom sebagai penggeraknya.

Alat produksi penggilingan serba guna yang dihasilkan Posyantek Desa Rajamandala Kulon Cipatat untuk produksi pakan puyuh, lele dan minuman kunyit kemasan.

Dia menciptkan, alat produksi pakan dan alat penetasan burung puyuh sendiri yang produksinya di Cijamil Ngamprah.

Barangkat dari situ, pengalamannya produksivitas puyuh sempat merugi. Puyuh petelor dan juga pedaging ternyata terkendala dari harga pakan cukup mahal. “Makanya kita nol kan lagi. Kita awali dengan produksi pakannya dulu,” ujar Rosad ditemui di rumah produksi Kampung Ciburahol RT 01/20 Desa Rajamandala Kulon, KBB, Rabu (31/7/2019).

Produksi pakan itu, berbahan baku jagung berasal dari petani sekitar Rajamandala. Jagung beserta batangnya digiling diolah menjadi pakan ternak burung puyuh. Serat jagung sebagai karbohidrat dan nutrisinya dari ikan yang digiling hingga halus. “Kita bisa menghemat biaya pakan sekitar 25 persen jika membuat sendiri,” sebutnya.

Jika membeli pakan burung puyuh di pasaran harus mengeluarkan kocek untuk kebutuhan per 3000 ekor burung puyuh Rp 350 ribu/ 50 kilo gram dengan harga eceran Rp 9000/kg. Sementara, membuat pakan sendiri hanya membeli jagung dari petani Rp 3000/kg produksi 50 kg mengeluarkan ongkos Rp 150 ribu berikut ongkos produksinya. “Itu buat produksi sendiri. Tentunya kalau buat dijual akan beda harganya dan ke depannya kita akan produksi untuk dijual di pasaran bebas juga,” ungkapnya.

Selain produksi pakan burung puyuh, juga mengolah pakan lele yang baru dimulainya. Beberapa elemen masyarakat ikut tergabung di dalamnya yakni Posyantek Desa Rajamandala Kulon diketuai oleh Tedi, Tim Pengabdian Masyarakat FRI – Telkom University diketuai oleh Rosad Maali El Hadi dengan anggotanya Budi Praptono, juga Ormas Paku Padjajaran KBB diketuai Bemi Mulyana. “Tujuan kami ingin mengentas pengangguran mempunyai jiwa wirausaha serta membuktikan posyantek kami bisa maju bersaing di Jawa Barat, tinggal kemauan dari anggotanya,” sebutnya.

Posyantek juga mengolah minuman kemasan sari kunyit menjadi prodak unggulan dan mendirikan perpustakaan teknologi tepat guna dan tower internet.

Tentunya juga peran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Pemerdayaan Masyarakat Desa (DPMD) mengucurkan bantuan dana sebesar Rp 75 juta yang dimanfaatkan untuk pemebelian mesin produksi dan tower teknologi. “Kami juga dibantu dari dana pengabdian masyarakat yang diberikan Universitas Telkom sebesar Rp 7 juta,” sebut Rosad.

Prestasi yang telah diraih, posyantek ini telah menjuarai posyantek tingkat Jabar dan akan ikut kembali tahun ini. “Doakan dan dukung kami semoga sukses,” tutup Rosad. ****

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close