NgamprahPariwisataRagam Terkini

Kemanakan Hewan Kurban dari ASN KBB? Di Mesjid Pemda tak Ada Pemotongan Sapi Maupun Domba

NGAMPARAH– Hendrik Siregar atau akrab disapa Soekarno KW tokoh Pemekaran KBB mengaku miris, tidak ada acara pemotongan hewan kurban di Mesjid Ash-Shiddiq Komplek Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB).

“Saya barusan ke mesjid Agung KBB tidak ada satu pun hewan kurban yang dipotong baik domba maupun sapi,” katanya kepada redaksi, Minggu (11/8/2019).

Seharusnya, kata Hendrik, secara simbolis ada pemotongan hewan kurban di mesjid kebanggaan masyarakat KBB yang diperuntukan untuk masyarakat sekitar maupun pengurus mesjid. “Tahun lalu masih mending masih ada pemotongan hewan kurban di Mesjid Ash-Shiddiq tapi sekarang tidak kelihatan sehelai bulunya pun,” ungkapnya.

Dia mempertanyakan, kemanakan hewan kurban dari aparatur sipil negara (ASN) Pemda KBB walaupun jumlahnya menurun ? “Saya denger jumlahnya menurun dari tahun sebelumnya. Tapi kemanakan saja yah pendistribusiannya,” sebut Hendrik.

Seperti diketahui, baru 14 orang kurban dari ASN yakni Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB. Sementara untuk dinas lain masih nihil.

Tentunya, surat edaran sudah disebar belum lama ini ke masing-masing dinas. T Surat tersebut, hanya bersifat imbauan bukan paksaan sehingga tidak ada target berapa jumlah hewan kurban yang harus tercapai di tahun ini. “Surat itu sifatnya imbauan bukan paksaan karena kurban itu bagi yang mampu. Panitia hewan kurban khusus ASN dikelola oleh DKM Masjid Agung Ash-Shiddiq, kalau kami dari Kesra hanya menyampaikan surat edaran dan menerima laporan jumlah yang ingin berkurban saja,” kata Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) pada Setda KBB, Asep Hidayatulloh di Ngamprah, Selasa (6/8/2019).


Asep menuturkan, bagi ASN yang ingin berkurban selambat-lambatnya pada Sabtu (10/8/2019) sudah dilaporkan ke DKM Masjid Agung Ash-Shiddiq. Penitipan kurban bisa berbentuk hewan atau uang. “Seperti yang berkurban dari Disnakertrans dengan jumlah 14 orang itu bisa menjadi dua sapi (1 sapi untuk 7 orang). Termasuk untuk pak bupati dan pak wakil juga belum ada laporan berapa jumlah hewan yang akan dikurbankan,” kata Asep seraya menyebutkan tahun lalu hewan kurban dari ASN mencapai 400 ekor kambing dan 20 ekor sapi.

Asep menambahkan, teknis pemotongan hewan kurban dari ASN selain di pusatkan di DKM Masjid Agung Ash-Shiddiq, juga disebar ke sejumlah tempat. Hal itu dilakukan agar masyarakat Kabupaten Bandung Barat bisa merasakan hewan kurban secara merata. “Ada yang dipotong di sini (DKM Masjid Agung Ash-Shiddiq), ada juga di beberapa tempat lainnya. Sehingga daging kurban ini bisa dirasakan oleh masyarakat,” tandasnya. ***

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close