NgamprahPemerintahanPeristiwaRagam Terkini

Apa Kabar Pak Sekda?

NGAMPARAH— Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bertanya. Kenapa perwakilan dari Pemkab Bandung Barat tidak hadir dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) ? Sementara, perwakilan dari Kodim 0609 Kota Cimahi/Kabupaten Bandung hadir, juga perwakilan dari Polresta Cimahi. “Ini ada apa?,” tanya Pengurus PP Bidang Hak Azazi Manusia (HAM), Daryat Monte kepada redaksi, Kamis (22/8/2019).

Daryat memahami, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna tengah melaksanakan ibadah haji dan Wakil Bupati KBB, Hengki Kurniawan sedang ada tugas luar kota. “Kan bisa diwakili oleh Pak Sekda. Kalau Pak Sekda tidak bisa, kan bisa oleh kesbang (Kantor Kesatuan Bangsa, red),” sebutnya.

Dirinya yakin, ketidak hadirian dari Kesbang KBB yang merupakan tempat berkoordinasi antara organisasi masyarakat (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pemerintah, lantaran tidak ada perintah langsung dari sekda. “Sekda kan komandannya ASN (Aparatur Sipil Negara, red), ya seharusnya memerintahkan kesbang untuk hadir. Ini menjadi pertanyaan kami juga, memerintahkan tidak atau sengaja untuk tidak hadir,” sesalnya dengan nada tinggi.

Undang menghadiri Muscab PP KBB dikirimkan melalui Tata Usaha (TU) Pimpinan pada Sekretariatan Daerah (Setda) KBB juga Kesbang KBB dengan nomor surat 014.PAN/Muscab-II/MPC-PP/KBB/VII/2019 20 Agustus 2019.

Tanda terima surat dari MPC PP KBB yang diterima Kantor Kesbang KBB prihal menghadiri Muscab II PP KBB. Foto atas, Deniswara kembali pimipin MPC PP KBB setelah terpilih secara aklamasi dalam muscab.

Sebelumnya, dalam sambutan jelang Muscab PP, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Barat, Tubagus Dasep menyesalkan, muscab PP KBB tanpa ada perwakilan dari instansi pemerintahan.

“Saya tahu bupati sedang melaksanakan ibadah haji, tapi bisakan mengutus perwakilanya apakah wakil, sekda atau asisten tapi kenyataanya tidak ada sama sekali perwakilan dari pemerintahan KBB. Sementara dari Polres Cimahi sendiri diwakili sama Kompol Sunarto dan Kompol Supriati termasuk dari kodim 0609 ada perwakilanya juga perwakilan dari Kejari Kabupaten Bandung. Kami mengucapkan terimakasih atas kehadiranya diacara Muscab ini,” katanya.

Pihaknya mengaku prihatin dengan ketidak hadiran perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. “Bagaimana mau maju kepemudaan Bandung Barat kalau dari pemerintah sendiri tidak ada perhatianya. Istilahnya bagaimana mau maju si anak kalau tidak ada bimbingan dari orangtuanya,” kata Dasep.

Menurut Dasep, ketidak hadiran dari pemerintah tidaklah wajar karena bagaimanapun juga, semua kepemudaan wajib ada pembinaan dari pemerintah daerah agar para pemuda tersebut bisa berbuat baik dimasyarakat.

“Ingat Pemuda Pancasila salah satu ormas terbesar baik di tingkat nasional maupun di Kabupaten Bandung Barat sendiri. Apakah kami harus mengumpulkan para kader kami untuk mendatangi pemda agar kami sebagai pemuda bisa diperhatikan dan dihargai,” tegasnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi baik dari Sekda maupun pihak Kesbang KBB. Diminta melalui pesan whatsApp yang dikirim redaksi kepada Sekda KBB belum ada jawaban.

Percakapan dengan Rian Firmansyah

Kekecewaan Dasep seakan terobati. Makan siang bersama di Rumah Makan Saung Alam Gadobangkong KBB, ditemani oleh Anggota DPR RI terpilih dari Fraksi Nasdem yang juga putra Bupati Bandung Barat, Rian Firmansyah. Rian hadir bersama Ketua KNPI KBB, Lili Supriatna yang juga pengurus MPW PP Jawa Barat.

Anggota DPR RI terpilih, Rian Firmansyah (kiri) bersama Ketua MPW PP Jawa Barat, Tubagus Dasep saat makan bersama di RM Saung Alam Gadobangkong disela Muscab II PP KBB baru-baru ini.

Dalam kesempatan itu, terlihat keakraban seperti antara bapak dan anak. Kang Dasep—begitu biasa disapa, yang merupakan tokoh ormas di Jawa Barat, memberikan pesan moral dan program yang mesti disuarakan dan dikerjakan oleh Rian Firmansyah setelah duduk di Senayan.

Apa pesan itu? yakni harus bisa melakukan pembinaan terhadap pemuda di Jawa Barat dan KBB.

“Saya yakin Bung Rian mewakili kaum melenial apalagi putra bupati KBB akan mampu melakukan itu terutama mendorong pembangunan di KBB agar tidak terpaku membangun dari APBD tapi bagaimana caranya bisa mendatangkan investor untuk berinvestasi di KBB,” sebut Dasep. Caranya agar investor masuk ke KBB, sebut Dasep, yakni dengan memberikan kemudahan perizinan kepada calon investor. “Ini agar nyaman berinvestasi. Kalau pemerintah mengandalkan APBD anak SMA atau tukang becak juga bisa,” sindir Dasep disertai gelak tawa dari semua yang hadir di makan siang itu.

Sementara itu, Rian sempat heran kenapa tidak ada perwakilan dari pemerintah daerah menghadiri Muscab PP II KBB, padahal undangan dari panitia sudah disampaikan. “Kan apal Pak Bupati (Aa Umbara Sutisna, red) lagi ibadah haji,” katanya.

Rian pun setuju dengan pernyataan Kang Dasep, jika kepala daerah di kota dan kabupaten lebih kreatif untuk mencari pola pembangunan tanpa mengandalkan APBD. “Mengelola manajerial tata kelola keuangan melalui APBD hal biasa. Tapi kalau menggali potensi dengan mencari investor dan memudahkan pola investasi mempermudah perizinan, saya sebagai pemuda sangat mengapresiasi dengan statemem beliau (Tubagus Dasep,red) jika kepala daerah bisa menggali potensi untuk pembangunan di daerahnya,” tutur Rian. ***

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close