CikalongWetanPeristiwaRagam Terkini

Dirut RSUD Cikalongwetan Bantah Medical Check UP Balon Kades KBB Gaduh

CIKALONGWETAN— Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalongwetan, dr Ridwan A Putra membantah, pemeriksaan kesehatan (medical check up) calon kades di KBB sempat gaduh. Ridwan menyebutkan, hanya riak-riak kecil saja, lantaran para calon kades tidak sabar untuk memeriksakan kesehatan. “Mereka enggak sabar maunya duluan, sebut pelayanan lambat lah,” dumel Ridwan dihubungi wartawan, Senin (2/9/2019).

Ridwan mengatakan, tidaklah mudah dalam pemeriksaan kesehatan balon kades. Mereka harus diperiksa dari mulai labolatorium, ronsen, hingga psikotes. “Dari pemeriksaan itu saja waktunya lama, ini enggak pada sabaran,” ungkapnya.

Pihaknya hanya mampu menyelesaikan pemeriksaan 25 sampai dengan 31 calon kades dalam per harinya. Sementara, pihaknya sudah melayani pemeriksaan kesehatan 261 balon kades. Jumlah tersebut akan bertambah dari 112 desa di 16 kecamatan di KBB yang belum melakukan pemeriksaan. “Kita jadwalkan hingga akhir September pemeriksaan kesehatan,” ungkapnya.

RSUD Cikalongwetan sendiri menjadi rumah sakit rujukan pemeriksaan kesehatan balon kades lantaran secara sumber daya manusia dan perlengkapan memadai. “Untuk biayanya Rp 877 ribu per orang dan kami setorkan kepada kas daerah,” ungkapnya.

“Pelayanan di RSUD Cikalong berantakan. Bagaimana tanggung jawab panitia tingkat kabupaten,” kata salah satu tim sukses Balon Kades dari Kecamatan Saguling, Rahman Efendi.

Menurut Rahman, pelayanan tidak maksimal lantaran digabungkan dengan pelayanan masyarakat umum. “Kami digabungkan dengan yang berobat. Pihak RSUD juga kewalahan ketika kami tanya inginnya kami dibagi dengan rumah sakit lain,” ungkapnya. Dirinya mengeluh dengan pelayanan yang lambat itu. “Kasian yang datang jauh dari Gununghalu dan Rongga dibatas 25 orang bari teu beres sapoe,” keluhnya. ****


Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close