NgamprahPemerintahanRagam Terkini

Kinerja UKPBJ KBB Dipertanyakan, Kok Menangkan Perusahaan Sedang Bermasalah dengan KPK

PADALARANG— Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jangkar Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ridwan mengaku jengah. Bagaimana tidak, Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, malah memenangkan perusahaan yang tengan bermasalah hukum untuk pembangunan gedung perpustakaan di daerah Cisarua.

“Pemenangnya PT Ganiko Adiperkasa. Sementara direkturnya tengah bermasalah dengan KPK kasus suap Bupati Purbalingga, ini ada apa?,” tanya Ridwan.

Selidik punya selidik, PT Ganiko Adiperkasa akhirnya digugurkan UKPBJ setelah mengetahui bermasalah dengan KPK. “Digugurkan juga setelah ada riak-riak,” sebutnya.

LSM Jangkar sempat pertanyakan itu. Namun, oihak UKPBJ sebelumnya menjawab alasan dimenangkan lantaran adminitrasinya bagus. “Tapi saya bilang, kalau bermasalah dikemudian hari bagaimana? dan kami hanya memberikan masukan saja, apakah tidak ada perusahan lebih baik dari pada perusahaan itu,” katanya.

Beberapa hari kemudian, pihak UKPBJ KBB melakukan evaluasi ulang. Namun, Sebut Ridwan, jika menggugurkan, maka tidak terserap anggaran pembangunan gedung perpustakaan KBB sebesar Rp 9.700.566.000.00 lantaran tidak bisa lelang ulang. “UKPBJ tidak profesional. Waktunya tidak akan cukup untuk melakukan lelang ulang dan seharusnya diperhitungkan sebelumnya,” tuturnya. Ridwan juga mempertanyakan konsultan pengawas yang juga tidak digagalkan. “Lantas anggarannya kemanakan?,” tanya Ridwan.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi mengagendakan pemeriksaan terhadap Olga Sukawati Widjaja, Direktur PT Ganiko Adiperkasa sebagai saksi untuk kasus suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, tahun anggaran 2017-2018.

Olga Sukawati Widjaja diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Librata Nababan, pihak swasta yang diduga sebagai pemberi suap

Sementara itu, Pemkab Bandung Barat gagal membangun Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Bandung Barat di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua di tahun ini. Anggaran pembangunan Perpusda tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 9,7 miliar.

Kepala Bidang Perpustakaan pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bandung Barat, Rahadian Setiady membenarkan soal tidak terealisasinya pembangunan perpustakaan terbesar di Bandung Barat tersebut.

Dia menyebut, alasan gagalnya dibangun gedung Perpusda karena para peserta yang mengikuti proses lelang di Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasan Pemkab Bandung Barat tidak memenuhi syarat dan kriteria.

“Karena alasan peserta yang akan mengerjakan tidak memenuhi syarat berdampak pada anggaran yang tidak bisa dicairkan. Mau tidak mau gedung ini batal dibangun tahun ini,” katanya di Ngamprah baru-baru ini.

Namun dirinya tak putus asa bahwa pada tahun mendatang rencana pembangunan Perpusda bisa terealisasi sesuai dengan perencanaan dan target. Terlebih anggaran pembangunan gedung tersebut dikucurkan dari pemerintah pusat.

“Sementara jika dilelangkan kembali sekarang, itu sangat tidak memungkinkan. Mudah-mudahan saja tahun depan bisa dimulai untuk pembangunan gedung ini,” ungkapnya.

Untuk diketahui, gedung Perpusda rencananya akan dibangun dua lantai. Koleksi buku akan disimpan di lantai 1 dan sebagian lantai 2. Di lantai 2, juga akan ada ruang serbaguna, kafe, dan taman.

Adapun Pemerintah Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu daerah yang mendapatkan DAK untuk gedung Perpusda tahun ini. “Padahal di seluruh Indonesia, hanya ada 10 daerah yang mendapatkan bantuan tersebut, salah satunya KBB ini,” katanya.

Rahadian menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menumbuhkan minat baca. Saat ini pihaknya juga terus memberikan bantuan berupa perlengkapan komputer dan koleksi buku terhadap sejumlah taman baca masyarakat (TBM) dan perpustakaan desa.

“Pemerintah daerah terus mendorong agar minat baca terus meningkat. Salah satunya dengan mendukung berdirinya TBM di berbagai wilayah di Bandung Barat,” tandasnya. ****

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Back to top button
Close