Bandung BaratRagam TerkiniSaguling

Wow, Milangkala ke-9 Kecamatan Saguling Bakal Digelar Seminggu

SAGULING— Milangkala ke-9 Kecamatan Saguling jatuh pada tanggal 10 Oktober 2019 mengambil konsep kebangkitan ekonomi, agama, sosial seni dan budaya sesuai visi misi Akur.

Nantinya, akan menampilkan stand pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tiap desa yang dikelola karang taruna setempat.

Nah, selain ada kuliner, juga memamerkan perajin kendang dari pohon nangka Cipait Desa Girimukti, meja kursi kayu ukiran, rotan bahan ekstra daun kelor, dan telor asin Desa Jati. “Kita berikan satu stand satu desa. Masyarakat yang berjualan akan kami tata supaya tertib, ” ujar Kepala Seksi Pemerdayaan Masyarakat pada Kecamatan Saguling, HM Ali Kurniawan belum lama ini.

Kepala Seksi Pemerdayaan Masyarakat pada Kecamatan Saguling, HM Ali Kurniawan

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna dipastikan hadir pada moment tersebut. Bupati direncanakan akan meresmikan gedung olahraga Kecamatan Saguling yang baru selesai dibangun. Untuk bidang sosial digelar khitanan massal juga santunan dhuafa yang berkejasama dengan Badan Amil Zakat (Baznas) KBB. Tiap desa juga akan menampilkan kesenian khas daerah masing-masing selama enam hari dan ditutup oleh tablig akbar dan istigosah. “Rencana pak camat akan mengundang para inisiator lahirnya Kecamatan Saguling dengan konsep memiliki terhadap daerah, kita berikan juga piagam penghargaan” sebut Ali.

Ke depannya juga, Kecamatan Saguling sebagai penyangga ibukota KBB, akses jalan akan diperlebar dari tiga meter menjadi delapan meter. “Itu sudah direncanakan oleh bupati pelebaran akses jalan di Kecamatan Saguling,” tandas mantan Sekretaris Pribadi era Bupati Abubakar ini.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengatakan, selama ini jalan tersebut masih relatif sempit sehingga dua kendaraan sulit berpapasan. Untuk itu, perlu adanya pelebaran jalan agar akses menuju wilayah selatan KBB bisa ditempuh dengan mudah. “Kita akan membuka akses jalan dari Kotbar (Kotabaru) menuju Kecamatan Cipongkor, Rongga dan Gununghalu sehingga bisa mempercepat perjalanan.” ujar Umbara di Ngamprah belum lama ini.

Untuk pengembangan potensi wisata di KBB terutama wilayah selatan, perlu ditunjang dengan aksesbilitas yang memadai. Selama ini, potensi wilayah selatan belum terjamah secara maksimal karena terkendala dengan akses jalan. “Ini sebagai langkah awal pemerintah, untuk mengembangkan wilayah selatan ini butuh akses jalan yang baik. Karena ada 10 tempat wisata di wilayah selatan yang bisa berkembang, jikalau akses jalannya bagus,” ungkapnya.

Umbara menambahkan, biasanya jarak untuk menempuh perjalanan Padalarang ke wilayah selatan menghabiskan waktu sekitar 2 jam. Maka dengan dibukanya akses tersebut dipastikan hanya membutuhkan 40 menit saja.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Bina Marga pada PUPR KBB, Ridwan didampingi Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan Dedy Anggoro menambahkan, study kelayakan pelebaran jalan Kotbar-Saguling sudah dibuat sejak lama. Namun kemungkinan besar baru hendak digarap di era pemerintahan sekarang. “Pak Bupati (Aa Umbara), maunya ada pergeseran track jalan dari arah Kotabarunya. Track baru ini, lintasan jalan yang biasa dilalui truk. Tapi nanti nyambung lagi ke jalan kabupaten (jalan lintasan Kotbar-Saguling),” bebernya.

Dijelaskan Ridwan, jika bupati juga menginginkan pelebaran jalan tersebut 8 meter dengan kondisi eksisting. Alhasil pelebarannya 4 meter untuk kiri kanan jalan. Kemudian ditambah 2 meter untuk bahu jalannya. Terkait study kelayakannya, menurut Ridwan tinggal diriview seiring dengan pergeseran tracknya. Jika dikalkulasikan anggaran untuk pelebaran jalan tersebut dibutuhkan cukup besar untuk jalan sepanjang kurang lebih 16,9 km tersebut. Karena lintasan daerah di situ berupa tebingan sehingga anggarannya lebih besar untuk penguatan jalan dibanding dengan pengerasannya. “Tapi jika dibandingkan dengan dampaknya terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, saya kira keinginan Pak Bupati itu memang bisa direalisasikan,” ucapnya.

Selain pelebaran jalan Kotbar-Saguling, untuk mengurangi tingkat kemacetan lintasan Padalarang-Cipatat, Pemkab Bandung Barat akan membuka jalan Kotbar-Cipatat. Untuk jalan tersebut sudah dibuatkan study kelayakannya pada tahun 2017 dengan kebutuhan anggaran Rp11,7 miliar. “Untuk DED (Detail Engineering Design), bisa dibuatkan di APBD Perubahan tahun ini,” pungkasnya.***

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close