CimahiPemerintahanRagam Terkini

Tokoh Cimahi Akui HM Itoc Tochija Bapak Pembangunan

CIMAHI— Cimahi yang luas wilayahnya hanya meliputi tiga kecamatan, tanpa memiliki sumber daya alam, apa yang bisa diandalkan? Tapi berkat HM Itoc Tochija Cimahi bisa menjadi kota mandiri.

Walikota Cimahi, Ajay M Priatna saat bertajiah ke rumah duka

Sejak terlahir sebagai kota otonom 21 Juni 2001, belumlah banyak perubahan di Kota Cimahi. Namun, berkat tangan dinginnya setelah memimpin Cimahi, Itoc mengubah etalase Cimahi. “Ya kita harus akui berkat Pak Itoc Pendapatan Asli Daerah Cimahi bisa meningkat, juga pembangunan merata bisa sejajar dengan kota-kota lain di Jawa Barat,” kata mantan Anggota DPRD Kota Cimahi 2004-2009, Edi Suryadi kepada redaksi, Sabtu (14/9/2019).

Maktal S Nuraha, tokoh masyarakat Cimahi mengakui, jika HM Itoc Tochija merupakan tokoh otom Cimahi. Maktal pun menceritakan, saat kali pertama HM Itoc Tochija datang kali pertama dari Bogor, menemui setiap tokoh di Cimahi untuk ‘kulonuwun’. Ada 11 tugas yang diemban Itoc Tochija saat datang Cimahi yakni, penganggaran, penataan, infrastruktur, ketata lembagaan, pranata sosial dan lain sebagainya. “Alhamdulilah itu diselesaikam dengan sangat baik. Cimahi kota yang kecil bisa menjadi daerah yang cukup menonjol dengan berbagai prestasi diraih,” kata Maktal.

Maktal menyebutkan, tidaklah semudah membalikan telapak tangan membuat Cimahi maju sekarang ini. Dari segi perekonomian, dan kewilayah kala itu Cimahi sangat sulit. Itoc lah melalukan tugas pertamanya dengan membentuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), juga melakukan penentangan anggaran yang dipegang oleh Kabupaten Bandung lantaran tidak menyetujui Cimahi menjadi kota yang mandiri. “Itupun diselesaikan dengan baik oleh almarhum,” kata Maktal.

Itoc juga mampu melakukan pemilihan langsung pertama kalinya di Cimahi. Tugas formal dan informal, Itoc mampu merangkul semua pihak. Terbukti memenangkan suara terbanyak pada pemilihan langsung tersebut. “Masa akhir jabatan, almarhum masih memberikan masukan pemikirannya untuk Cimahi. Sayangnya, staf-stafnya yang tidak profesional asal bapak senang sehingga banyak yang terjebak dengan permasalahan-permasalahan di masa lalu,” ungkap Maktal.

Kala itu, kata Maktal, staf yang memberikan laporan asal bapak senang tersebut sekadar untuk menyelamatkan daei jabatannya. Namun, lanjut Maktal, dengan logowo, menerima konswekuansinya tanpa membebani eks anak buahnya saat ini malahan masih menjabat.

Kepergian yang terakhir menghadap Ilahi, Maktal menyesalkan, perhatian dari Pemerintah Kota Cimahi yang kurang maksimal. Padahal, kata Maktal, boleh diakui, almarhum sangat dekat dengan masyarakat. “Masyarakat berduyun-duyun untuk bertakjiah ke rumah duka. Ini membuktikan kalau almarhum sangat dengan masyarakat. Selamat jalan Bapak semoga khusnul khotimah,” tutup Maktal dalam wawancara dengan redaksi.

Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna saat konferensi press di rumah duka mengucapkan bela sungkawa yang sedalam–dalamnya atas meninggalnya mantan Walikota Cimahi HM Itoch Tochija.

“Hari ini mantan Wali Kota Cimahi bapak Itoc Tochija telah berpulang ke Rahmatullah. Semoga segala amal kebaikan almarhum diterima oleh Allah SWT dan segala kekhilafannya diampuni begitu juga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” ucap Ajay.

Rencanannya almarhum HM Itoc Tochija akan dikebumikan di Bogor, dan akan diberangkatkan dari rumah duka Subuh, Minggu (15/9/2019). “Saya atas nama pribadi juga pemerintahan Kota Cimahi turut berduka cita,” pungkas Ajay.
Seperti diketahui, Mantan Wali Kota Cimahi pertama, HM. Itoc Tochija meninggal dunia sekitar pukul 12.45 WIB, Sabtu, (14/9/2019). Itoc meninggal dunia dalam perawatan medis di RS Hasan Sadikin Bandung. HM. Itoc Tochija bin H. Thohir lahir di Bogor, 1 Maret 1951. Menikah dengan Atty Suharti, Itoc meninggalkan 4 orang anak dan para cucu.

Itoc menjadi Pejabat Walikota Cimahi pada tahun 2001-2002 setelah Kota Cimahi berdiri sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB). Itoc lalu dikukuhkan menjadi Walikota Cimahi selama 2 periode berturut-turut yaitu 2002-2007 dan 2007 – 2012. Saat ini, Itoc sedang menjalani proses hukum yang tengah membelitnya. ***

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close